Selasa, 16 Desember 2014

Chikal Prima Rasa Part Two

Assalamu'alaykum :D

Lumayan lama ga ngepost. Kita buka Desember ini dengan review singkat Chikal yang aku lakukan waktu persiapan pernikahanku. Aku memang sudah memutuskan pakai Chikal untuk acara pernikahanku dan saatnya untuk menentukan menu yang kami mau di acara pernikahanku. Aku pernah test food di Chikal waktu urus ini-itu di Chikal. Waktu itu aku nyoba suwir ikan dengan sambal dabu2 gitu. Dan rasanya memang muaaaakkknnyuuuusssss.... Karena aku pecinta makanan pedas, ikan ini aku suka banget. Tapi aku ga pesan ini dalam daftar menu. Karena apa? Karena menu itu kan ditujukan untuk tamu, bukan cuma mengikuti seleraku semata dan acaraku kan malam, menurutku kurang pas kalau menyediakan makanan pedas seperti ikan dabu-dabu ini. Bisa-bisa tamu-tamuku nanti sakit perut lagi. No way... Di sini juga aku makan soto yang ueeenakkk buanget... enak enak enak

Test food lainnya adalah yang di Masjid Raya Pondok Indah. Aku lupa tanggalnya. Aku ke sini dengan modal utama nekad. Orang tuaku males diajakin test food untuk pilih menu. Nrimo intinya. Kalo aku ga mau. Selama masih bisa diperjuangkan, akan kuperjuangkan! Kita pesan kan ga gratisan.... iya ga??? Akhirnya aku ke Masjid Raya Pondok Indah sendirian, nyetir mobil, menyusuri tol (asal tau aja, aku nyetir lewat jalan tol bisa dihitung jari dari satu tangan, sesuatu banget kan?), dan pas di jalan turun hujan deras, malam hari pula!!! Masya Allah... dan aku belum pernah ke sana sebelumnya. Lebih drama lagi, aku ga lihat itu masjid. Akhirnya beberapa kali aku putar balik untuk cari masjid itu. Alhamdulillah pas hujan agak reda, aku bisa juga sampe di sana. Udah agak sepi...dan aku kedinginaaaaannnn....

Baiklah, ini beberapa menu yang aku coba
1. Molten cake
molten cake yang ada di pikiranku tuh cake yang cokelatnya melted di dalam tapi ini ga melted mungkin karena udah dingin ya atau memang sengaja begitu

2. Bakso Malang
sama rasanya seperti di Graha Zeni

3. Sate ayam
aku lebih suka sate ayam yang kumakan di Graha Zeni. Sate ayam yang kucoba di sini dingin dan agak keras jadinya teksturnya

4. Soto (lupa soto apa)
menurutku rasanya lumayan tapi ga istimewa










5. Siomay
Di antara semua makanan yang kucoba, ini yang paling mending










6. Buffe
Untuk buffe, aku ambil nasi goreng, ayam rica, sop kimlo, ikan kakap tepung saus asam manis. Entah kenapa aku merasa makanan ini standard banget.










Kesimpulan dari TF ku saat itu adalah aku harus menjadikan catatan khusus ke Chikal masalah menu ini. Beda dengan TF di Chikal yang aku ceritain di atas. TF waktu itu menunya enak. Yang ini kok kebalikannya ya... Aku merasa TF di Masjid Raya Pondok Indah ini ga memuaskan. I'm sorry to say... (pesan moral: perlu banyak-banyak TF biar bener-bener yakin, tetep TF walaupun kita sudah menentukan katering, sambil modus makan enak hehe)

Ga ketinggalan aku foto-foto sedikit kondisi dekorasinya












Wassalamu'alaykum wrwb

Jumat, 28 November 2014

Baju Akad Nikah

Assalamu'alaykum

Lanjut ke baju akad nikah ya... Tadinya aku ga berencana untuk membuat baju akad nikah sendiri karena sudah bisa pakai baju akad dari Chikal. Tapi.......karena racun dari sepupuku, yaitu Mbak Mar jadilah aku menambah satu printilan baru, yaitu BAJU AKAD NIKAH

Awal cerita aku buat baju akad adalah saat aku, ibuku, dan Mbak Mar menyusup ke Tanah Abang untuk cari seragam panitia sekalian berbagai macam isi seserahan. Aku keracunan Mbak Mar untuk bikin baju akad. Akhirnya aku beli bahan lace di Tanah Abang. Harga per meternya kalau ga salah ingat sekitar 300.000-an. Dan aku mau buat gamis aja karena kalau buat kebaya kayanya bakal jarang dipakai ya.... Kalau gamis, bisa dipakai untuk acara-acara resmi kapan pun. Jadilah aku beli lace 3 meter lebih dan bahan pelapisnya berupa satin dengan panjang yang sama.

Dimana jahitnya? Aku memantapkan hati ke QZM (Qozim) Pasar Sunan Giri. Kalau aku ga rencana bikin baju akad nikah, mungkin sampai sekarang aku ga menginjakkan kaki di sana kali ya....Dan pastinya aku ga tahu rupanya seperti apa. Menurutku pasar Sunan Giri tuh sepi dan harganya lumayaaannnn....mmmmmhhhhh....mahal. Tapi aku kan ga mau beli baju jadi, aku mau jahit...

Jujur, aku belum punya desain bajunya. Untungnya, di QZM ada majalah-majalah yang bisa dicontek desainnya. Dan aku naksir dengan yang satu ini:



Aku diingatkan oleh pegawainya Qozim kalau hasil bajuku mungkin ga akan benar-benar persis dengan gambar di atas karena gaun di gambar itu detilnya bukan dibuat dari aplikasi jahitan tapi memang sudah begitu corak dan motifnya alias emang udah bagus dari sananya kainnya. Dan aku dibuatkan desain yang kira-kira akan dibuat untuk gamisku. Ini dia desainnya


Hasil akhirnya? Tunggu post-post selanjutnya

****Bonus**** (halah...)

Sudah lama aku suka dengan kebaya hasil rancangan Mbak Vera Anggraini. Aku pernah iseng tanya ke Mbak Vera yang sudah sangat terkenal dengan kebayanya. Aku pribadi sangat terpukau dengan kebaya hasil karyanya. Sangat sangat sangat suka.

Aku iseng tanya harga kebayanya melalui emailnya di verakebaya@me.com
Model kebaya yang aku taksir adalah yang ini
Mbak Vera ini orangnya ramah bangeeeettttt. Dia balas emailku walaupun belum tentu aku pesan. Dan ini balasannya:

Maaf baru balas,
Salam kenal...


Kebaya biasa/standar start from 8jt belum termasuk bahan (kain/lace/brokat). Bahan boleh bawa sendiri. 
Kebaya akad/pemberkatan biasanya start from 25jt. 
Kebaya resepsi start from 30jt. Untuk kebaya pengantin sudah full mote/payet & swarovski. 
Biasanya klien lebih suka bawa bahan sendiri, dengan motif yg disukai. 
Atau bisa aku temenin belanja di toko bahan untuk padu padan motif, warna dan desain yg mungkin akan dicocokkan dgn tema/konsep wedding atau baju keluarga.
Di aku juga ada stok bahan yg bisa dipilih kalau ada yg cocok.
Tetapi tetep semua budget diatas itu cuma gambaran dasar, semua tergantung sama final desain, material tambahan dan panjang pendeknya kebaya. 

Berapa lama proses pengerjaannya ? Relatif, tergantung banyak tidaknya project yang masuk. Karena saya sangat membatasi produksi. Artinya apabila dalam sebulan dirasa sudah full maka saya tidak mungkin bisa menerima tambahan project. Prinsipnya semakin lama rentang waktu yang tersedia semakin baik.

Saya tidak ada sewa menyewa kebaya, semua by order dan tidak ada ready stok. Kalau pun ada ready stok itupun sangat sedikit. 

Prinsipnya saya terbuka untuk ngobrol baik tentang desain maupun tentang budget, flexible kok hehe...
Butik cuma buka kalau ada janji ketemuan atau fitting klien. Apabila ingin mampir ke butik, sebaiknya bikin janji dulu biar enak atur waktunya.

Untuk detailnya atau bikin janji ketemu saya dibutik bisa hubungi 021-72791444 ( jam kerja ) dengan Mba IMA

Thanks ❤️❤️🙏🙏
Vera Anggraini

Verakebaya
Jalan Ahmad Dahlan 45
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan  *)

*) balasan email ini tertanggal 14 Maret 2014, perubahan harga bisa saja terjadi sekarang

Hmmmm... tabunganku bisa ludes...tapi aku berharap suatu hari nanti bisa jahit kebaya di Mbak Vera. Untuk sekarang, kumpulin pundi-pundi dulu.

Semoga bermanfaat,
Assalamu'alaykum wrwb.

Senin, 10 November 2014

Undangan

Assalamu'alaykum wrwb

Ini adalah perintilan pernikahan yang bikin aku deg-degan. Bisa ga ya.... pesen undangan cepet jadi. Persiapan pernikahanku 2 bulan, mulai dari lamaran sampe hari H. Adudududududuh....

Dulu aku pernah membayangkan.... aku mau souvenir di pernikahanku payung lipat kemudian undangannya berbentuk paper bag gitu. Jadi, kasih undangan sekaligus kasih souvenirnya, ga perlu repot bagi-bagi di meja penerima tamu. Tapi karena souvenirnya ga jadi payung dan aku berpikir kalo undangan sekalian souvenir itu untuk orang-orang jauh yang ga bisa hadir. Ya sudah, ga jadi deh konsepnya.

Aku udah cari-cari referensi tempat yang tepat untuk pesan undangan. Aku pikir, pesan aja di Tebet, minta anter kakakku ke sana. Eh ternyata calon suamiku waktu itu menawarkan diri untuk pesen undangan. Tapi.... aku tunggu-tunggu kabarnya ternyata belum pesan juga! Aku udah bingung. Mau ambil alih tugas, dia bilang ga usah. Tapi ga pesan-pesan juga. Masih cari referensi tempat yang cocok katanya padahal ortuku udah nanyain terus perkembangan undangannya dan waktu berjalan terus... Itu pun kami belum ada konsep mau seperti apa bentuk undangannya. Di pikiranku kan biar lihat-lihat dulu contoh undangan di tempat pesannya baru memutuskan mana desain yang cocok. Lah ini, tempat pesannya aja belum tahu gimana bisa lanjut....

Kalau gini ceritanya, aku pikir aku harus tentukan desain undangan. Syukur dipakai kalau sudah fix mau pesan dimana, biar langsung pesan. Tapi kalau ga dipakai, ya sudah yang penting ada yang sudah kulakukan. Mulailah aku berimajinasi undangan yang kumau. Kebanyakan undangan yang aku dapat selama ini ada beberapa halaman. Aku pengen yang simpel aja. Satu halaman udah cukup. Aku jadi beride membuat undangan yang tebal, ukurannya kecil aja, disampul amplop, dan penulisan waktu akad dan resepsinya ditulis bersebelahan aja, jadi ga perlu kalimat berbunga-bunga yang makan tempat. Peta tempat acara dicetak di balik undangan aja jadi lebih efisien. Kalau terjemahan ayat Alqur'an (yang biasanya Arruum:21) aku berencana dicetak di bagian belakang amplop aja.

Ternyata eh ternyata, ideku ini keduluan sama temen kantorku cuma ukurannya lebih besar daripada yang ada di pikiranku dan petanya dicetak di lembar terpisah. Aaaarggghhhh.... kesannya kan aku ikut-ikutan....

Tapi ga apa-apa. Ambil positifnya. Dengan begitu kan aku bisa langsung foto aja undangan temenku ini, kirim deh ke calon suami sebagai referensi. Ga perlu panjang-panjang ngejelasin. Setelah kukirim fotonya, ternyata langsung approved!!! Dia bilang oke untuk undangannya tapi ga perlu pake hiasan bunga-bunga seperti contoh undangan temenku padahal kan itu yang bikin undangannya kelihatan manis...terserah deh, pokoknya undangannya jadi dalam waktu dekat!!! Sebulan sebelum hari H baru pesan undangan -_- ''

Dan tentu saja akhirnya repot ngoprak-ngoprak pembuat undangannya. 500 undangan dalam waktu kurang dari sebulan! Tapi vendornya juga menjanjikan siap dalam waktu dekat (2 minggu kalau ga salah) padahal banyak dramanya... Calon suami akhirnya repot sendiri telepon vendornya. Mana ternyata undangan bengkak jadi 700!!! ---> artinya nambah lagi pesanan ke Chikal

Deg-degan, aku bener-bener deg-degan waktu itu. Sebenernya undangan bisa juga pesan di Chikal tapi menurutku lebih mahal harganya. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga undangannya. Dan begitu lihat hasilnya, undangannya mirip pleg-pleg sama punya temenku cuma bedanya ga ada bunga-bunga hiasan. Aku juga lupa bilang tentang ideku untuk bikin petanya di bagian belakang undangan. Akhirnya petanya dibuat pada lembar tersendiri deh... yang di bagian belakang akhirnya dicetak Arruum:21. Catatan pentingnya, karena saking mepet waktunya, banyak yang agak melengkung undangannya.hiks hiks hiks :( Yang penting jadi deh undangannya. Jadi deh nikah!!! hehehe

Salah satu drama ngurus pernikahan adalah menentukan yang mau diundang. Aduuuuhhh ternyata buaaaanyaaak ya yang mau diundang. Dan akhirnya tetep aja ada yang kelewatan walaupun udah diinget2 siapa-siapa yang mau diundang. Lagipula jatah undangan untukku udah habis....Maafkeuuuunnnn...

Dan inilah undangan kami waktu itu, warnanya emas, ga sesuai sih dengan tema pernikahan kami sebenernya. Undangan disebar H-7. Persiapan 2 bulan wajar lah kalo belang blentong. *menghibur diri (amplopnya ga kufoto, pokoknya warnyanya emas)
nama (masih) dirahasiakan hehe




Zambega Catering

Assalamu'alaykum wrwb.

Pernah dengar nama katering ini? ZAMBEGA CATERING kurang lebih begitulah namanya.
Aku tahu katering ini karena marketingnya telepon aku waktu aku menyiapkan pernikahanku. Tapi teleponnya udah mepet banget sama hari H dan pastinya aku udah pake Chikal. Karena waktunya udah mepet, aku pikir ga usah dateng ke undangan TF dari marketingnya. Tapi karena dia nawarin TF nya di malam hari aku jadi tertarik datang karena aku belum pernah lihat Graha Zeni di waktu malam padahal acaraku 15 Juni malam. Seperti biasa, datang ke sana secara diam-diam.

Jadilah aku datang ke sana dengan tujuan utama melihat Graha Zeni di malam hari. Dan begitu aku sampai di sana, jujur aku tercengang dengan kondisi Graha Zeni saat itu. Beda banget! Menurutku, Graha Zeni itu kalo ga didandanin tuh terkesan kaku, dingin, plain. Tapi malam itu meriah banget kesannya. Yang perlu aku tekankan, aku ga tahu dekorasi ini dari Zambega atau bukan tapi aku acungi jempol karena mampu mengubah Graha Zeni.

Saudara-saudara, izinkan saya memperlihatkan keadaan Graha Zeni saat itu.
Acara pernikahan waktu itu menggunakan adat Sumatera Utara.
Begitu masuk Graha Zeni, ada kanopi selamat datang yang menyambut tapi ga kufoto dan menurutku lebih istimewa kanopi selamat datang di tempat lain. Kemudian, ada pergola bunga ini.



Dan begitu melewati pergola itu, inilah yang aku dapati




SILAU, men....


Jujur, aku jarang mendapati dekorasi pernikahan seperti ini. Banyak kristal-kristal gitu...


standing lamp
standing lamp juga, burung merpatinya ga asli


standing lamp juga
buffet tamu


VIP Room
VIP Room

LOVELY.... Aku suka banget sama tampilan Graha Zeni malam itu. Tapi sayang, pas aku minta Chikal untuk mendekor acaraku seperti itu, mereka belum bisa memenuhi... hiks :(

Untuk makanan katering Zambega, aku nyobain puding sama zuppa soup. Padahal aku ga suka zuppa soup loh, tapi pas nyoba zuppa soup yang diambil ayahku, aku jadi ikut ambil juga. Enak menurutku walaupun ga habis juga karena kenyang. Dan aku ga ambil menu lain karena aku berusaha supaya berat badanku ga naik menjelang pernikahan (walaupun aslinya aku gemuk tapi jangan sampe tambah gemuk lagi hufh...). Oh iya, puddingnya nyummyyyyyyy.... *slurrppp

Orang tuaku? Mereka juga ga nyobain yang lain. Maunya ngajak pulang terus...

Kembali ke tujuan semula, yaitu melihat kondisi Graha Zeni. Kondisi Graha Zeni di malam hari itu benar-benar gelap. Gedung tempat acaranya sih cukup ya penerangannya. Tapi pas ke luar...


teras Graha Zeni


semakin menjauh
tempat parkir
jalan menuju gedung


Gelap banget kan... hi....

Sekian,
Assalamu'alaykum wrwb