Tampilkan postingan dengan label Gedung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gedung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

SAH

Assalamu'alaykum wrwb...


Maafkan saya yang lama ga muncul. Blogku ga kerawat, pemiliknya sibuk sama urusan lain. Buat yang nyariin saya, ini saya datang lagi. *siapa yang nyariin... eh, ga ada ya? :p
Udah lama banget kayanya ga lanjutin ngepost. Sebelum betul-betul lupa, sebaiknya aku langsung post aja bagaimana pernikahanku. Nyerah deh kalau mau dijelasin rinci bagaimana persiapannya *siapa juga yang nyuruh...

Enaknya mulai dari mana ya....

1. Gedung
Ga usah terlalu banyak direview ya kalo yang ini. Graha Zeni ini tergolong besar menurutku gedungnya. Bedanya dengan gedung lain adalah, dia bentuknya memanjang sedangkan kebanyakan gedung berbentuk persegi atau melebar. Aku bersyukur sekali Allah SWT memudahkan kami mengurus pernikahan ini. Di antara semua calon pengantin riweuh urusan gedung, alhamdulillah kami dimudahkan. Cari gedung hanya butuh 1 hari saja, ga perlu DP dari 1 tahun sebelumnya. Benar-benar bersyukur.... Secara keseluruhan, aku suka Graha Zeni tapi mungkin karena gedung udah lama, menurutku lantainya perlu direnovasi atau dirawat biar lebih kinclong. Menurutku akan kelihatan lebih wow... Atau sekalian lantainya diganti dengan ukuran yang lebih besar ya biar kelihatan lebih greget. *maunya ngatur, peace ah..

panjangnya Graha Zeni, love it!!!

masjid Graha Zeni (Masjid Benteng At-Taqwa)


2. Dekorasi
Dekorasi aku ambil paketan Chikal. Kru Chikal bisa diajak diskusi masalah dekorasi tapi ya harus melihat kondisi/kemampuan mereka untuk memenuhinya. Aku beberapa kali fiksasi segala sesuatu ke Chikal. Bukan cuma urusan dekorasi, tapi juga urusan menu, kostum, rias, dll. Jujur, aku tetep merasa kurang puas dengan dekorasi di pernikahanku. Dekorasi di pernikahanku ga jelek tapi ini sebagai masukan supaya bisa lebih baik lagi.

a. Dekorasi kanopi selamat datang
Karena undanganku bengkak dari 500 jadi 700, akhirnya aku coba nego ke Chikal untuk bonus-bonus yang bisa kudapat. Aku sih ngerasa ga bawel-bawel amat lah sebagai pelanggan (perasaan loh ya...). Aku sama sekali ga nawar harga ke Chikal. Akhirnya aku coba tawar untuk service yang kumau. Desain kanopi selamat datang yang kumau awalnya seperti ini (sebelumnya aku mohon maaf tidak menampilkan link dari mana aku dapat gambar-gambar referensi karena aku carinya di google jadi maaf ya kalo ada gambar dari blog-blog atau website yang kupajang di sini)
desain yang aku mau, warna menyesuaikan temaku
dan yang kudapat seperti ini

See??? ga ada rangkaian bunga di salah satu sisi kanopi. Menurutku kurang gressssss gitu.... dan bunga gantungnya juga beda! Aku cuma berharap bentuk kanopi selamat datangku persis dengan yang aku request tapi kenyataannya beda. Ga tau kenapa...



b. Standing Lamp
Aku terinspirasi dari dekorasi waktu menyusup ke Graha Zeni di post ini. Standing lamp-nya semarak banget karena ada lampu-lampu (seakan-akan) kristal. Waktu aku minta Chikal untuk dekorasi seperti itu, mereka tidak menyanggupi. Oke deh, tapi aku minta referensi mereka yang ada kristalnya. Dikasih lihat lah aku foto-foto dekorasi mereka yang ada kristal-kristalan sedikit. Ya udah kupilih salah satu. Jadi standing lamp-nya ada dua macam, berupa lampu taman dan tiang buket yang ada kristal menjuntai di atas. Ternyata, pas hari H, kristal-kristal itu ga ada dan diganti dengan bunga sedap malam... dan menurutku ga banget deh itu tampilannya. Aku berharapnya, kalau ada hal-hal ga terduga seperti ini, mbok ya diinformasikan ke capeng. Tetep mau pakai ini atau ga. Apakah mau diganti atau terima aja. Begitu kan lebih baik dan lebih enak menurutku, daripada ujug-ujug beda pas hari H. Jujur, kalau Chikal kasih info sebelumnya, aku minta ganti dengan lampu taman semuanya aja, biar serempak. Atau sangkar burung, atau lampion. Dan aku lebih legowo nerimanya. Curhat deh jadinya....
bunga sedap malam itu harusnya kristal...hiks!!!
c. Pelaminan
Aku simple aja untuk urusan pelaminan, yang penting gebyok putih!!! dan Chikal memenuhi itu. Cuma satu yang agak mengganggu di pelaminanku waktu itu. Penataan karpet dan kabel di pelaminan kurang rapi jadi bisa bikin orang kesandung. Suamiku waktu di pelaminan sempet kesandung. Alhamdulillah masih bisa menyeimbangkan diri jadi ga jatuh dan beberapa tamu juga ada yang kesandung. Hal kecil seperti ini bisa dijadikan perhatian supaya lebih baik lagi. Selebihnya, aku suka pelaminanku :)

d. Buffet
Aku pesan supaya ada pohon maple di salah satu buffet. Tapi Chikal ga punya. Punyanya pohon sakura itu pun kecil. Jujur, aku nyesel pakai pohon sakuranya karena bener-bener kecil dan bunganya sedikit. Aku ga sempat lihat contoh pohon sakura di file foto Chikal waktu mondar-mandir ke sana karena mas-masnya waktu itu susah nyarinya. Yo wislah, aku pikir walaupun kecil tapi banyak bunganya. Ternyata seperti ini pohonnya...

Ini pendapatku pribadi aja, pohon sakuranya kurang semarak gitu (aku suka yang semarak-semarak). Mungkin lebih bagus lagi kalo dikasih lampu kelap-kelip di pohon sakuranya atau dikasih lampu di bawahnya untuk mendramatisasi si pohon, biar lebih heboh *halah...

e. Gubukan
Ini adalah detail yang terlewat bagiku. Aku ga ada permintaan khusus, kecuali untuk gubug nasi liwet aku minta nuansa ala jogja. Karena aku lupa ngebahas ini dan ga minta apa-apa, bener-bener ga diapa-apain sama Chikal *lebay... maksudku bener-bener ga ada hiasan bunganya sama sekali
model kain putih stand-nya beda, dua renda-renda, yang tengah lengkung
*tepokjidat

nasi liwet

Untuk dekorasi, aku dapet bonus karpet rose petal dari Chikal. Alhamdulillah....terima kasih Chikal... :)

Keseluruhan dekorasi di Graha Zeni, di hari pernikahanku adalah...
dari arah pelaminan

dari arah pintu masuk

VIP




3. Rias
Aku sempet galau soal riasan wajah, mau tetep pakai paketnya Chikal atau cari ke tempat lain. Aku suka riasan yang sanggar Liza tapi akhirnya aku putuskan tetap pakai Chikal. Tadinya aku mau minta bu Desi sebagai MUA karena model riasannya yang aku suka, ya mirip dengan riasan Sanggar Liza... tapi sayangnya beliau udah dibooked untuk waktu yang sama denganku. Ga mungkin kan aku minta supaya dia membelah diri...aku ngalah aja deh *nrimo banget sih! Dan aku dirias sama bu Sri, pemilik Chikal yang bisa juga ngerias gaya yang kumau.

Pengalaman yang ga akan kulupa di hari pernikahanku berkaitan dengan make up ini. Di siang hari pas hari H, waktu kami mau siap-siap ke Graha Zeni, hujan turun. Deras. Dan kru Chikal kejebak macet dari acara sebelumnya menuju acaraku. Akhirnya, aku terlambat dirias. And you know what, karena urusan dandan ini aku ga menyaksikan langsung acara ijab qobul. Aku dirias di ruang rias dalam gedung sedangkan akad nikah di masjidnya Zeni. Alhasil, aku ga menyaksikan akad nikahku sendiri. hehehehe lucu aja bagiku. Aku masih belum selesai dirias waktu ijab qobul *sesuatu bangeeettt

Aku baru dateng ke masjid pas penandatanganan buku nikah dan dokumen-dokumen lainnya. *ctaaaarrr

Tapi, menurut orang-orang riasanku waktu itu bagus. Aku kelihatan manglingi katanya. *blushing

Setelah akad nikah, aku langsung ke ruang rias lagi untuk persiapan resepsi. Orang-orang pada makan lontong cap gomeh, aku belom makan.... Alhamdulillah, kru Chikal ngambilin buat aku lontong cap gomeh. Perhatian sekali...tau aja aku belom makan. Sambil didandanin, sambil makan. Serasa ratu...fufufu. Oh iya, aku juga minta hand bouquet gratisan dari Chikal dan dipenuhi...

4. Menu
Aku ga bisa review banyak dari makanan ya, karena kan yang makan tamu. Yang aku makan waktu itu lontong cap gomeh. Turun dari pelaminan, rasanya tuh ga napsu makan. Kenyang aja rasanya, ga tau kenapa. Karena sudah lama, aku udah lupa menu apa yang kupesan waktu itu. Aku tulis seingetku aja ya...
1. Poffertjes
2. Dimsum
3. Kambing Guling
4. Sate Ayam
5. Es doger
6. Nasi liwet (tambah biaya)
7. Bakwan malang
8. Menu paket C

Aduuuhhh, maaf ya aku lupa apa aja, udah lama banget soalnya. Intinya, dari paket menu Chikal, aku ga banyak mengubah. Cuma diotak-atik sedikit aja. Alhamdulillah porsinya cukup, dan banyak sisa menu buffet yang bisa dibawa pulang dan dibagi ke panitia. Kalo dari porsi, insyaAllah Chikal cukup ya asal pesan sesuai undangannya. Aku pesan tambahan menu nasi liwet karena takut kurang, ternyata sudah cukup sebenarnya tanpa nasi liwet juga.

5. Dokumentasi
Dokumentasi acara termasuk dalam paket katering alias dari Chikal. Hasilnya menurutku standar, ga wow tapi juga ga jelek. Aku dan suami masih pilih-pilih mau gedein foto yang mana... Untuk dokumentasi ini, Chikal memberikan semua file foto dalam bentuk DVD. Ada 3 DVD. 1 berisi foto-foto, 1 berisi video master, 1 lagi berisi video yang sudah diedit. Kita juga dikasih 2 album foto-foto. Albumnya hard cover. Bentuknya bukan lembaran-lembaran foto yang bisa dicopot/dipindah tapi langsung dicetak di lembaran-lembaran hard cover gitu seperti buku. Dan semua itu dikemas dengan case bermotif kotak-kotak dengan logo Chikal tentunya.

Sekian dulu review dariku. Sampai jumpa lain kesempatan dengan tema berbeda in sya Allah...

Rabu, 21 Mei 2014

[ BOOKED ]

ASSALAMU'ALAYKUM!!

Harus cepet-cepet posting nih. Udah banyak yang harus ditulis. Posting apa? Progress persiapan pernikahan... Pokoknya fokus ke situ dulu urusannya. Posting yang lainnya, sabar ya...antre dulu...

Setelah seharian keliling cari gedung, terakhir ke Graha Zeni seperti posting di sini, akhirnya kami putuskan untuk pulang! Kami sekeluarga diskusi, kapan mau cari gedung lagi, gedung mana lagi yang mau dicari, atau mau langsung aja booking gedung yang udah disurvey hari itu. Dan, pemenangnya adalah... LANGSUNG BOOKING GEDUNG GRAHA ZENI.

Whaaaattt???? Yupz, Graha Zeni. Tapi, dari posting Graha Zeni yang ini kan tanggal yang dimau ga bisa!! Tanggal 7 dan 8 Juni 2014 udah penuh kata Pak Ucu!! Yes, that's right (sok Inggris). Tapi tanggal 15 Juni 2014 malamnya Graha Zeni masih bisa dibooked... hehehehehe

Aku belom cerita ya... *sengaja dan pura-pura bodoh

Begini, waktu ngobrol sama Pak Ucu lewat teleponnya Pak Jarwo waktu itu, memang tanggal 7 dan 8 Juni udah penuh, baik siang maupun malam. Tapi, kabar lainnya adalah di bulan Juni hanya ada 1 waktu saja yang masih bisa disewa, yaitu tanggal 15 Juni 2014 malam. Sama kan dengan Pegadaian? Kalau dari segi ukuran, Graha Zeni lebih besar. Kalau dari segi harga, dua-duanya sama-sama 10 juta rupiah! Waktu udah mepet, kalau masih mau cari gedung di pekan berikutnya, aduuuhhh.... kok kayanya bakal menghabiskan waktu ya. Belum tentu dapat gedung, nanti malah Graha Zeni keburu diambil orang lagi. Lagi pula, masih banyak yang harus diurus.

Nah, supaya ada koordinasi, pihak laki-laki harus dikasih kabar dong.... Akhirnya, aku laporan mau ambil Graha Zeni. Sudah diputuskan akan ambil Graha Zeni tapi tetap akan menunjukkan ke calon suami seperti apa gedungnya di akhir pekan berikutnya. Monggo, tapi tetep langsung DP. Suka ga suka, ambil Graha Zeni *maksa

Waktu berlalu, bergulir, weekdays dilalui dengan normal, tidak banyak perkembangan persiapan (atau bisa disebut ga ada perkembangan?). Gedung aja belum, mau cari yang lain-lain rasanya jadi malas. Akhirnya, sampailah di akhir pekan, waktunya survey Graha Zeni lagi.

Pas kami ke sana, pas ada acara pernikahan di situ. Jadi bisa sekalian lihat seperti apa gedungnya kalau sudah didandani. Hari itu, katering yang tampil Chikal. Hmmmm, aku pernah baca reviewnya tentang Chikal ini beberapa kali. Nah, baru kali itu aku lihat performanya pertama kali. Nanti insya Allah ada review tentang Chikal di post yang lain.

Begitu sampai di Graha Zeni, aku telepon Pak Jarwo untuk ketemuan. Aku udah punya nomor Pak Jarwo (nomor Pak Ucu juga punya sih....) Begitu ketemu, ngobrol-ngobrol sedikit (yang banyak ngobrol sama Pak Jarwo adalah calon suami, ga tau ngobrolin apa, aku sibuk ga jelas foto2 sana sini). Pak Ucu masih ga ada waktu itu. Yang ada wakilnya, Pak Parmin, bapak yang diingat oleh calon suamiku dengan nama Pak Kumis -_-'"

Aku ga langsung DP saat itu juga. Masih santai.... mampir dulu ke Gramedia untuk santai di Dunkin' Donuts sambil ngobrolin persiapan pernikahan. Baru nanti balik lagi sekitar jam 11 atau 12 untuk nyobain Chikal (kata orang2 di blog, Test Food) dan sekalian DP Zeni.

Pas jam 12, kami balik lagi ke Zeni, dan ternyata makanan gubugnya hampir habis. Kalau aku ga salah ingat di situ ada peking duck (habis), zuppa soup (masih), sate (masih), poffertjes (habis), siomay (habis), kambing guling (habis), es doger (masih), dan buffee. Gubug yang lain aku lupa. Secara udah lama banget, baru sekarang aku posting di sini jadinya seingetnya aja ya...

Sebelum nyobain makanan dari Chikal, kami DP dulu ke Pak Parmin. Rp3.000.000,- DP ku dan harus dilunasi 2 minggu sebelum acara. Siap Pak! Oh iya, untuk akad nikah ada 2 pilihan: akad di dalam gedungnya (depan pelaminan) atau di masjid. Untuk akad di depan pelaminan tambah biaya Rp300.000,- kalau aku ga salah ingat ya...Kalau akad di masjid tambahnya Rp1.000.000,- untuk infak. Awalnya aku pikir akad di dalam gedung aja lah... Tapi, setelah menimban-nimbang akhirnya diputuskan akad di masjid Benteng At-Taqwa Graha Zeni. Kenapa? Karena acaraku malam. Dekorasi dipastikan belum selesai waktu akad dilangsungkan jam 4 sore. Kalau memaksakan akad di dalam gedung, pasti ga akan nyaman. Akan banyak suara-suara berisik petugas dekorasi. Pasti riweuh orang hilir mudik mempersiapkan gedung. Kesimpulannya, kami akan akad nikah di masjid Benteng At-Taqwa, insya Allah.

DP selesai, Pak Parmin mempersilahkan kami untuk mencicipi makanan Chikal. Pas kami masuk lagi ke gedung, ga banyak tamu yang ada. Menurutku, gedungnya terlihat agak kosong. Aku jadi kepikiran, gimana ya acara kami nanti? Apakah akan kosong? Doeeengg... saat cari gedung, aku berpikir mencari gedung yang cukup besar untuk menampung tamu. Aku ga mau tamu-tamuku ga nyaman berdesak-desakan. Tapi setelah lihat kejadian ini aku jadi mikir, bagaimana kalau ternyata nanti malah kosoooonnggg.....siiiiinnngggg...acaraku kan malam dan biasanya kalau acaranya malam, tamu-tamu jadi pikir ulang untuk hadir, apalagi yang rumahnya jauh.... Bismillah, mudah-mudahan ga salah pilih. Mudah-mudahan tamunya banyak yang datang. Amiiiinn...

Setelah urusan dengan Graha Zeni selesai, kami pulang dan di perjalanan pulang, aku menghubungi Pak Saefudin bahwa aku ga jadi sewa Gedung Pegadaian. Maaf ya Pak... dan terima kasih loh Pak. Bapak baik banget... dan you know what??? entah bagaimana ternyata konfirmasiku itu tidak sampai maksudnya. Sebulan setelah aku telepon Pak Saefudin, aku ditelepon oleh Pak Saefudin *nah loh!
Aku ditanya jadi apa ga sewa gedung Pegadaian... waduh,,, berarti konfirmasiku waktu itu ga jelas dong. Dan berarti selama ini mereka menanti-nanti kabar dari aku! Masya Allah, jangan-jangan ada capeng lain yang mau sewa tapi terhalang karena nunggu kabar dari aku. Mudah-mudahan nggak...

Graha Zeni

Assalamu'alaykum...

Entah yah, untuk cari gedung tuh aku ga deg-degan. Tapi setelah lihat kenyataan lumayan susah juga cari gedung apalagi 2 incaran tuh berpotensi tidak didapatkan, aku jadi mulai berpikir mau bagaimana lagi.

Kontak Graha Marinir sudah ada, tapi ga mungkin kami hubungi hari Minggu itu juga karena kurang sopan kalau dipikir-pikir. Masa' orang lagi libur dihubungi begitu aja. Jangan-jangan malah mutung lagi nanti. Aku sih maunya muter-muter tempat lain, tapi lihat ibuku udah kelelahan (walaupun dia bilang ga cape' sama sekali) aduuuuhhhh hati tuh rasanya gimanaaaa gitu. Yo wis lah, pikirku. Akhirnya kami putuskan untuk pulang.

Di perjalanan, kami ngobrol-ngobrol mau cari kemana lagi kira-kira di kesempatan berikutnya. Atau mau langsung ambil Gedung Pegadaian aja? Kalau dipikir-pikir kayanya lebih aman ambil Pegadaian, daripada cari-cari lagi waktunya udah sedikit. Masih banyak yang mau diurus.

Setelah beberapa saat, sepupuku inget rekomendasi dari ibu yang di Depsos (nuwun sewu ya bu, kulo mboten ngerti nama panjenengan) tentang Graha Seni yang disebut si ibu. Ma, ini yang terakhir untuk hari ini. Maaf ya ma....kuatin sedikiiiiitttt lagi ya....

Yah, coba aja siapa tahu cocok. Gedung ini aku ga tahu reviewnya di internet. Tapi coba aja lah, namanya juga kepepepepepepet. Kami ke daerah Matraman mencari Gedung Seni. Kebingunganlah kami semua satu mobil Avanza. Manaaaaaaaa ini yang namanya Gedung Seni????  Masa 10 mata ga ada yang lihat sama sekali!! Daripada sesat, mending tanya orang yang ada di sekitar situ. Dan terpilihlah penjual minuman pinggir jalan. Yang turun untuk nanya adalah kakak sepupu iparku. Ayo Mas Ramto!! semangat, kamu bisa! *adek sepupu kurang sopan (lah, aku kan sopir, jaga mobil wekekeekke)

Kalau lihat dari gesture (halaaahh) abang penjualnya sih roman-romannya gedungnya udah kelewatan. Dan ternyata benar!!! Gedungnya sudah kami lewati. Makin bingunglah aku. Bagaimana mungkin kami semua berlima, 10 mata, 5 otak, 10 tangan, 10 kaki ga ada yang sadar sama Gedung Seni! Wah, kalau udah kelewatan, harus putar balik lagi dong. Jauuuuuuuuuuhhhhhh kan puter baliknya kalau Matraman.... dan sebagai warga negara yang baik, kami (khususnya aku sebagai sopir) setir mundur aja mobilnya. Ga jauh kok katanya... *kata si abang penjual minuman
hehehehehe

Dan jeng jeng jeng kami terarah ke sebuah tempat bernama Direktorat Zeni Angkatan Darat. Jeedddeeeeennnnggg!!! Oalah...ternyata Zeni toh. Pusing pusing nyari Seni ga tahunya Zeni. Ternyata si ibu pelafalan Z nya sama dengan pelafalan S. Baiklah. Bismillah, kami masuk.

Masuk ke dalam, kesanku adalah lingkungannya adem, banyak pohon, serba hijau pokoknya. Cat juga warna hijau. Otomatis, namanya juga TNI AD, warnanya kan hijau. Ada yang berbeda di sini:
1. Mobil kami ga melintas di depan pos jaga. Kenapa? Lah wong, jalannya aja dikasih penghalang supaya ga lewat depan pos jaga! Kami diarahkan lewat jalan konblok kecil (jalannya bukan dari aspal). Bentuk jalannya melengkung di sebelah kanan kalau dari arah masuk. Jalan ini langsung mengarah ke dalam, tanpa melewati pos jaga. Jadi, dengan kata lain, kami masuk tanpa lapor diri seperti di Graha Marinir.

2. Satu yang berbeda, di sini keamanan ga begitu ketat seperti di Graha Marinir. Ga ketatnya bukan yang gimana-gimana ya... Di sini tetap ada prajurit jaga bawa senapan berdiri lama sama seperti di Graha Marinir. Bedanya, kalau di Graha Marinir kami harus lapor diri ke pos jaga dan meninggalkan KTP tapi di sini kami sama sekali ga diarahkan untuk melakukan hal yang sama. Posnya sih tetap ada, tapi ya itu tadi, kami ga perlu meninggalkan tanda pengenal atau mengisi buku tamu. Sampai-sampai kami bingung sendiri. Beneran ini ga perlu lapor? Nanti salah lagi, dianggapnya ga taat peraturan atau ga sopan. Tapi, mereka cuek-cuek aja melihat mobil kami ngeloyor masuk begitu aja. Saking bingungnya, sepupu iparku sampe turun mobil nanyain perlu isi buku tamu apa nggak! Dan ternyata jawabannya, ga perlu. Masuk dan parkir aja.... *tepok jidat

Pas kami datang, sepiiiiii sekali. Kenapa? Alasannya sama seperti Graha Marinir, semalam baru dipakai untuk acara internal merayakan Wafat Isa Al-Masih. Setelah masuk, kami pilih parkir di tanah terbuka depan kantin seberang Graha Zeni. Kenapa? Karena di situ ada pohon, biar mobilnya diparkir di tempat adem. Daripada di lapangan... panaaaaasss...kasihan mobilnya.

Coba-coba tanya ke petugas bisa hubungi siapa, kami diminta untuk mencari Pak Jarwo. Coba ke kantin kata petugasnya. Tanya ke kantin, kami disuruh langsung masuk aja ke Graha Zeninya. Pak Jarwo ada di situ. Pas! Pas ketemu orangnya, pas ada di gedungnya, pas sekalian lihat dalamnya. Kalau menurutku Graha Zeni ini sedikit reviewnya. Tapi kalau mau tahu gambarnya sih ada di mbah.

Pas lihat ke dalam gedung, cukup mencengangkan. Bentuknya memanjang, beda dengan gedung lain yang biasanya kotak persegi. Graha Zeni bentuknya persegi panjaaaaaanngggg.... 1.000 tamu? Kalau yang ini, aku yakin muat.

Clingak-clinguk ke dalam, ga kelihatan ada orang tapi tiba-tiba ada suara dari dalam gedung. Itulah Pak Jarwo! Dia ada di ruang kendali. Ngobrol-ngobrol harga Graha Zeni sama dengan gedung Pegadaian, yaitu Rp10.000.000,- Well, kalau dari sisi ukuran, mending Graha Zeni kalau menurutku. Tapi eh tetapi teteuuuup harus tanya dulu bisa ga disewa tanggal 7 atau 8 Juni 2014.

Nah, ternyata Pak Jarwo ini bukan marketingnya Graha Zeni. Yang berwenang tuh Pak Ucu. Karena hari itu libur, jadi tetap harus menghubungi Pak Ucu di hari kerja. Yaaaahhh, sami mawon dengan Graha Zeni... Dan dengan baik hatinya, Pak Jarwo menawarkan untuk menelepon Pak Ucu untuk memastikan tanggal, pake teleponnya Pak Jarwo lagi. Alhamdulillah....

Begitu ngomong sama Pak Ucu lewat telepon, udah deh ga usah pake basa-basi (udah keburu capek muter2..), aku langsung tanya Graha Zeni bisa aku sewa ga di tanggal yang aku mau. Dan udah ketebak kan jawabannya??? Tanggal 7 dan 8 Juni udah penuh mbaaakkk....Toeeeennggg!!!!

Waktu itu Pak Ucu lagi di rumah sakit, 2 anaknya dirawat di rumah sakit jadi ga bisa ngobrol lama-lama. Semoga anaknya cepat sembuh ya Pak...

Pak Ucu, kami pamit pulang. Terima kasih teleponnya...

Saya lupa foto Graha Zeni, tapi udah ada kok gambar Graha Zeni kalau cari di mbah

Senin, 05 Mei 2014

Graha Marinir

Assalamu'alaykum semuanya...

Walaupun sudah taruh nama untuk pesan Gedung Pegadaian, kami tetap keukeuh lihat Graha Marinir. Kenapa? Yah, karena coba-coba dan sepertinya Graha Marinir lebih luas. Kami tetap mau cari tanggal 7 atau 8 Juni 2014 siang! Pokoknya tetap semangat!

Dari Pegadaian, kami langsung menuju Graha Marinir. Nah di sini nih bedanya masuk ke gedung angkatan laut.... wajib lapor!! Setelah masuk gerbang, kami wajib lapor di pos keamanan. Ngapain aja? Isi buku tamu dan tinggalkan KTP.

Kalau di Depsos dan Pegadaian, kami bertanya ke satpam harus kemana, nah di sini kami bertanya langsung ke prajurit yang di pos penjagaan. Hormaaaaatttt grakkkk!!! Di sini pengamanannya lebih ketat. Untuk masuk ke area Graha Marinir, kami harus meninggalkan salah satu tanda pengenal alias KTP di pos jaga untuk ditukarkan dengan kartu pengunjung, isi buku tamu, baru deh boleh lihat-lihat.

Usut punya usut, ternyata pengelola atau petugas pemasarannya libur hari itu. Pemasaran hanya bisa ditemui di hari kerja. Untuk hari libur, ga ada yang bisa ditanya-tanya. Yaaaahhhhhh..... kiciwa hati ini. Harus izin kerja dong atau ambil cuti. Duh!

Ya udahlah, mau bagaimana lagi. Udah sampai di sini, aku ga mau rugi. Aku tanya sama petugas pos jaga, "Berarti ga bisa lihat-lihat ke dalam ya". Dan taraaaaa.... ternyata boleh untuk lihat-lihat aja ke dalam. Anehnya, kami boleh lihat-lihat tanpa harus dikawal oleh salah seorang perwira. Baguslah...

Langsung kami menuju gedung yang rasanya lumayan agak jauh dari pos penjagaan. Apalagi udah hampir jam 11 siang. Mataharinya ceraaaaahhhh banget hari itu. Kasihan ibuku pasti cape' banget. Demi anaknya, rasa lelah tak berarti baginya T^T

Sampai di gedungnya, kami kebingungan clingak clinguk cari pintu masuk. Bukan karena pintunya ga kelihatan. Langsung kelihatan pintu besar tepat menghadap depan tapi terkunci..... Lah, kata petugasnya langsung masuk aja tapi kok kekunci gini. Kakak sepupuku cari-cari ke sisi samping dan alhamdulillah ketemu pintu yang ukurannya lebih kecil dan tidak terkunci. Kami pun masuk ke dalamnya.

Suasananya gelap. Karena ga tahu di mana saklar lampunya, kami ga bisa nyalain lampu. Aku lihat ke panggungnya, ga terlalu tinggi. Ini yang kami cari karena ibuku punya masalah dengan ostheoarthritis dan ibu calon suami punya stroke dan kesulitan untuk berjalan. Dalam hati berdo'a, semoga berjodoh dengan gedung ini. Kalau dilihat, memang menurutku lebih besar daripada Gedung Pegadaian. Tapi, kami punya pengalaman dengan AC nya yang kurang dingin dan ruangan akan jadi terasa panas kalau tamu tumplek bleg di dalamnya. PR banget lah pokoknya.

Ini sedikit foto bagian dalam Graha Marinir dari atas panggung pelaminan. Maaf ya gelap....





Kalau teman-teman bisa lihat, walaupun samar-samar, di ruangan itu ada dua bentangan seperti karpet. Yang satu berwarna merah (sebelah kanan) adalah karpet sajadah dan yang satu lagi (warna hijau) itu seperti alas yang bentuknya menyerupai lapangan badminton *aku ga tau namanya apa.

Sepertinya sih ruangan ini dipakai untuk macam-macam kegiatan. Sempat terbersit dalam pikiranku saat itu, apa mungkin ruangan ini dipakai secara bersamaan untuk sholat dan badminton? Yang satu butuh khusyuk, yang satu memiliki pekikan semangat-menyemangati. Aku jadi geli sendiri. Ahhhh... ga bersamaan kali ya. Pas waktunya sholat, kegiatan badmintonnya berhenti dulu lah ya.... atau dua kegiatan itu dilakukan pada waktu yang berbeda tapi karpetnya aja yang belum dipindahkan. *iseng aja otakku

Satu hal yang buat aku suka sama tempat ini. Ternyata di sini ada rusa! Seperti di Istana Bogor!!! Ada rusa yang dipelihara di sini. Ini nih buktinya....





Itu sekumpulan rusa ya...bukan kambing. Memang terlihat kecil tapi itu rusa *maksa.
Kenapa foto rusanya kecil? Karena aku motret pakai kamera hp dan ga ada mode zoom. Mau foto dari dekat harus injak rumput. Kalau injak rumput, nanti distraap sama petugasnya....ogah deh...  -_-''

Fokus lagi!
Karena udah ga mungkin dapet gedung BC, aku berharap banget bisa dapat gedung ini. Lagipula, hari minggu begini aja kosong, berarti masih ada harapan aku bisa sewa Graha Marinir. Ya Allah, hamba berharap sekali. Tapi, karena pengelolanya alias marketingnya libur hari ini, kami harus menghubungi di hari kerja/ujug2 datang di hari kerja.

Setelah dirasa cukup melihat2, kami kembali ke pos jaga untuk lapor dan pamit diri PLUS minta nomor yang bisa dihubungi untuk sewa gedung. Alhamdulillah dapet kontak yang bisa dihubungi. Pas ke pos jaga untuk ambil KTP, speak speak sedikit sama prajuritnya soal kapan rencana sewanya. Menurut mereka, sepertinya akan sulit untuk dapat di bulan Juni 2014. Tapi hari ini aja kosong, gedungnya ga dipake. Berarti kami masih punya peluang besar dong bisa sewa di tanggal yang kami mau. Anda tahu apa jawabannya? Ternyata, katanya, hari itu gedungnya kosong karena memang tidak disewakan pada saat itu. Kenapa? Karena semalam gedungnya dipakai untuk acara peringatan wafat Isa Al-Masih di lingkungan internal mereka. Jadi, paginya sengaja tidak disewakan (ingeeeettt... kami survei gedung di tanggal 20 April 2014)

Bagoooossss!!!! mikir lagi jadinya. Masih ada kemungkinan ga bisa pakai gedung ini...   -,-

Senin, 28 April 2014

Gedung Depsos dan Gedung Pegadaian

Assalamu'alaykum...

Lanjut lagi cerita pencarian gedung di waktu yang sempit ini. Selesai dari Gedung Bea dan Cukai, kami ga langsung ke Graha Marinir. Katanya yang diutamakan BC dan Graha Marinir......??? Iya, memang maunya Gedung Bea dan Cukai atau Graha Marinir tapi kalau dari rute perjalanannya, dari BC lebih enak ke Depsos dan Pegadaian dulu baru ke Graha Marinir. Sekali lagi, ini untuk jaga-jaga kalau Graha Marinir juga sudah penuh.... Dan tara..... jadilah kami ke Gedung Depsos dan Pegadaian....

Perhentian Pertama (First Stop)

Gedung Depsos!!!
Jujur saya ga begitu ingat pernah kondangan ke gedung ini atau ga, tapi gedung ini termasuk laris manis jadi incaran orang-orang untuk resepsi pernikahan. Dan yak betul, begitu saya sampai di sana, saya disuguhi kenyataan bahwa gedung ini sudah penuh di bulan Juni 2014, bahkan sepanjang tahun! Tapi biar lebih panjang dan rinci isi blognya, saya cerita dulu ya bagaimana kisah saya dengan gedung ini. *ihiiirrrr

Ketika kami sampai di gedung ini, tidak ada CP yang kami punya. Alhasil, kami tanya aja ke satpam, ke mana kami harus pergi untuk menanyakan gedung. Satpam memberitahu supaya kita ke tempat parkir karena tempat pemasaran ada bersebelahan (atau persis di belakang ya..) gedung resepsi. Dan pas banget saat itu lagi ada acara pernikahan juga. Bingung punya bingung, kami tanya lagi sama salah satu satpam yang bertugas di lapangan parkirnya. Alhamdulillah, ini Pak satpam baik banget dan bersedia mengantar kami langsung menemui sang pengelola gedung. Pak, Anda baik sekali. Sungguh. Terima kasih ya sudah membantu kami. *padahal satpamnya masih muda tapi aku panggil bapak. :D

Setelah parkir, kami berlima kroyokan mengikuti sang Pak Satpam menuju kantor pemasaran. Di sana kami melewati petugas katering yang sedang istirahat sejenak setelah beberes di ruang resepsi dan menunggu waktu acara dimulai.

Dan tok..tok...tok... Pak satpam mengetuk pintu kaca ribbon dan berkata, "Permisi bu, ada yang ingin bertemu". Kemudian kami dipersilahkan masuk. Ruangannya ga besar tapi cukup nyaman dan AC nya berasa (secara, hari itu matahari sepertinya terik padahal masih pagi). Langsung, adem banget setelah dari luar.

Ternyata pengelola gedung Depsos adalah seorang ibu dan lagi seorang Jawa, seperti Pak Sarimin yang BC. Cuma bedanya, suaranya si ibu (yang aku lupa tanya namanya) aduuuuuhhhhh lembuuuuuttttt sekali. Aku aja yang masih gadis, muda, dan masih keturunan Jawa, ga bisa ngomong sehalus itu. Suaranya rendah lembut, bahasanya halus, pokoknya kaya ngomong sama keluarga keraton! Rasanya tuh tambah adem suasana saat itu.

Pas kami tanya apakah gedung Depsos bisa disewa untuk tanggal 7 atau 8 Juni 2014, sang ibu menjawab bahwa sudah tidak ada tapi lagi-lagi karena sikap sopan santunnya sebagai orang Jawa (kurasa), dia langsung menawarkan untuk melihat jadwal pemakaian gedung di sebuah buku besar yang biasa dipakai untuk akuntansi itu loh... wuh pakewuh sekali si ibu. Dan memang kenyataannya sudah penuh... hufh..

Di sini kami diajak ngobrol sama ibunya walaupun ga lama juga sih, secara kami juga harus hunting ke tempat lain dan si ibu juga harus melanjutkan pekerjaannya. Kami diajak ngobrol tentang anaknya dan tentang booking-membooking gedung. Dari sinilah aku baru tahu kalau orang-orang booking gedung dari setahun sebelumnya...*udik banget ya
Bukan cuma masalah ngebooking setahun sebelumnya itu yang bikin aku terkejut tapi cerita ibunya ini nih.... Ibunya cerita kalau orang booking gedung tuh ada juga (ga semua ya...) yang gambling alias untung-untungan. Gambling??? maksudnya? Artinya adalah gedung sudah dibooked walaupun belum tentu akan menyelenggarakan acara di tanggal yang sudah dibooked!! Misal, dari setahun yang lalu ada orang booking gedung untuk tanggal 7 Juni 2014 untuk acara pernikahan padahal pada saat dia nge-take tuh gedung belum ada lamaran, belum ada kesepakatan akan menikah pada tanggal 7 Juni 2014 itu!!! Kami (bukan cuma aku loh... ) hanya ber-oh...oh...oh... baru tahu dan ga nyangka ada ya yang kaya gitu.

Terus kalau gitu, bayar DP-nya gimana? Yah, bayar DP ya bayar aja. Misal bayar DP Rp5 juta, ya yang booking akan bayar tuh DP Rp5juta. Urusan akan dipakai atau ga, urusan nanti. Kalau benar ternyata nantinya akan betul-betul diselenggarakan pesta pernikahan, aman doooonnggg... kan udah pesan gedung untuk tanggal 7 Juni 2014 dengan catatan lamaran dan segala persiapannya sebelum 7 Juni 2014 pastinya ya....untuk skenario ini berarti aman lancar jaya sukses sejahtera.

Lah, kalau ternyata ga ada penyelenggaraan resepsi pernikahan gimana? Hangus dong uang panjer yang sudah dibayar? Nah, inilah yang baru aku ngeh!!! *dasar manusia polos!!

Caranya adalah dengan over booking!!! Sejak menyiapkan pernikahan, aku sering baca blog-blog orang yang juga (sedang atau pernah) menyiapkan pernikahan. Di sana aku sering menjumpai orang yang menawarkan over booking gedung. Owalah,,,,ternyata salah satu alasan banyaknya over booking tuh ini toh.... baru ngertos kulo bu...bu...

Tau dong ya over booking? Pasti tau lah...pelimpahan pemesanan gitu deh. Ibunya pun sampai geleng-geleng dengan over booking ini karena kadang dia merasa kaget dan bingung karena tiba-tiba mendapat pemberitahuan bahwa pemesanan gedung dilimpahkan ke orang lain yang sudah pasti tidak dia kenal sebelumnya. jet lag kali ya....Itulah pengalaman baruku tentang urusan persiapan pernikahan.

Setelah itu, dengan baik hatinya si ibu memberi kami saran untuk perkiraan tamu 1.000 orang, bisa coba ke gedung Pegadaian dan Graha Seni (akan ada ceritanya nanti).

Baiklah, setelah selesai, kami pamit untuk cari gedung di tempat lain. Terima kasih bu.... jadi ada informasi baru....    :*

Untuk Gedung Depsos ini ga ada fotonya juga yaaa... karena ga sempet lihat dalam gedungnya seperti apa apalagi foto...cuma sedikit terlihat dari pintu yang terbuka sepertinya temanya warna biru.



Perhentian Selanjutnya (Next Stop) Gedung Pegadaian. Check your belonging and step carefully...

Setelah dari Gedung Depsos, kami menuju Gedung Pegadaian. Hari semakin siang, matahari semakin terik tapi aku masih harus tetap semangat menyetir mobil mencari gedung untuk pernikahanku ^_^ 9

Sampai di Gedung Pegadaian, kami tanya lagi ke satpam kemana bisa menemui pengelola gedung. Dapatlah kami informasi untuk mencari Mbak Santi di dalam. Baiklah....kami masuk dan parkir mobil di dalam. Saat itu, suasananya cenderung sepi ya walaupun ada acara pernikahan juga di situ. Baru ada keluarga dan panitia di dalam gedung, acaranya pun memang belum dimulai....

Kami mencoba bertanya kepada pemilik warung di situ apakah kenal dengan Mbak Santi. Kami diarahkan untuk mencari ke belakang gedung. Nurut lah kami ke belakang gedung. Di sana kami bertemu hanya dengan satu orang berpakaian beskap warna hitam. Udah jelas ya... bapak ini panitia acara pernikahan di dalam gedung. Tanpa malu, kami coba-coba aja tanya beliau kenal atau ga dengan Mbak Santi. Dan pepatah malu bertanya sesat di jalan memang tokcer. Melalui bapak berbeskap inilah akhirnya kami bertemu dengan Pak Saefudin yang bertugas hari itu.

Pak Saefudin ini badannya masya Allah kekar sekali. Otot-ototnya betul-betul kebentuk. Udah seperti tentara aja nih bapak. Bahkan aku belum pernah lihat tentara yang badannya sekekar dia. Biarpun badannya stereg begitu, dia orang Jawa juga and you know what? Aksen jawanya masih kental sekali alias Jawa meddddog. Orangnya juga ramah, pokoknya baik deh! Kami langsung diajak masuk ke dalam gedung bagian belakang dan diajak keliling gedung. Aku sempat ragu apakah gedungnya akan cukup untuk menampung 1.000 orang tapi ibuku bilang sih cukup.... entahlah. Kami pun diajak melihat bagaimana suasana ruangan yang sudah didekorasi untuk pernikahan saat itu. Temanya hijau. Lumayan menurutku.

Pak Saefudin terus menjelaskan tentang gedungnya, selasarnya, parkirnya, dll yang kira-kira perlu kami tahu. Dan ternyata sodara-sodara kami langsung diajak ke dalam kantor pemasarannya oleh beliau. Wow, cepat sekali penawarannya. Melihat peluang, dan langsung menawarkan. Teknik marketing yang cepat menurutku. Ngomong-ngomong, Pak Saefudin ini sebetulnya hanya bertugas untuk menjaga kelangsungan acara hari itu, bukan dari pegawai marketingnya tapi beliau bisa bantu kalau kita mau taruh nama di salah satu tanggal.

Pas kami diajak masuk ke ruang pemasarannya, ruangan untuk menerima tamunya agak lebih besar daripada yang Depsos. Di dalam ruang pemasaran Pegadaian, ada meja bundar kaca bening yang di bawahnya itu berjejer berbagai kartu nama katering yang bisa diambil. Di salah satu sisi tembok yang dekat dengan pintu masuk ada rak yang penuh dengan brosur katering. Buuuaaannnyyyaaaaakkkkkk buanget.

Di sini kami ditanya oleh Pak Saefudin rencana mau pesan tanggal berapa. Jawablah kami tanggal 7 atau 8 Juni 2014 siang. Ternyata di salah satu tembok itu ada sebuah papan besar yang ada tabel-tabel tanggal untuk pemesanan gedung. Setelah dilihat, Pak Saefudin bilang kalau tanggal 7 dan 8 Juni 2014 sudah penuh. Kalau berminat ada yang kosong di tanggal 15 Juni malam dan 21 Juni malam. Malam??? Waduh,,,, kami rencananya mau ngadain siang aja tapi adanya malam. Pusinglah kami....ga ada persiapan untuk acara malam. Ga kepikiran euy! Kami khawatir kalau malam membuat tamu undangan kesulitan datang. Tanya lagi lah ke Pak Saefudin, "Kalau yang siang sudah penuh semua ya Pak?"

Pak Saefudin melihat lagi ke papan tulis andalannya. Ada ternyata. Oh, lega rasanya mendengar kata ada. Tanggal 28 Juni siang. What???? 28 Juni 2014 siang???? Masya Allah, puasa dong... jedeng!!! runtuh ambruk lah semuanya. Masa mau nyuguhin makanan saat puasa? No no no no no no....

Kami harus memutuskan dalam waktu cepat. Aku langsung tanya apa bisa taruh nama saja dulu untuk kami diskusikan dulu di rumah. Alhamdulillah dibolehkan sama bapaknya. Akhirnya, aku taruh nama dulu di tanggal 15 Juni 2014 malam, jaga-jaga ga dapat gedung lagi. Daripada keburu diambil orang lain? Iya ga? Iya aja deh....udah pusing nih. Setelah itu, aku isi formulir pemesanan dan dikasih waktu untuk konfirmasi jadi atau tidaknya dalam 5 hari kerja. Baiklah, Pak Saefudin yang baik hati. Saya akan konfirmasi secepat mungkin langsung ke nomor Bapak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Amiiiinnnn.... aku berdo'a supaya cepat-cepat bisa menentukan jadi atau tidaknya. Biar sama-sama enak. Akunya juga tenang bisa dapat kepastian gedung, Pak Saefudin juga ga terlalu lama nunggu kepastian dariku, takut ada pasangan lain yang juga mau pakai Pegadaian. Untuk konfirmasi, Pak Saefudin kasih nomor hp nya untuk dihubungi. Siap!! agak lebih tenang sekarang. Alhamdulillah... ada 1 yang berpeluang bisa dibooked.

Oh iya, aku sempat foto beberapa jepretan Gedung Pegadaian ini. Maaf ya kalau seadanya. Namanya juga amatir. hehehehe




Jumat, 25 April 2014

Incaran Utama: Gedung Bea dan Cukai

Assalamu'alaykum...

Jeng...jeng...jeng.... ngebut bikin postingan. Sekarang ngomongin cari gedung

Karena waktunya meffeeettt,, langsung segera cari gedung untuk tanggal 7 atau 8 Juni 2014. Duh, yang ini rawan banget ga dapet. Secara ya, mau sewa gedung untuk acara yang kurang dari 2 bulan lagi!!! Lagipula, kami mau cari gedung untuk undangan yang lumayan banyak. Estimasi 500 undangan alias mencapai 1.000 orang yang datang. Tapi entah kenapa saya dan keluarga ga merasa grasa-grusu. Rasanya tenang aja.

Pencarian dimulai dengan membuat prioritas gedung yang diincar. Yang jadi nominasi adalah Gedung Bea dan Cukai Kantor Pusat, Rawamangun (calon suami bilang, bukan Rawamanguuuunnn sebenernya itu masuk Pisangan) dan Graha Marinir, Kwitang. Kenapa memilih 2 gedung ini?
1. Kalau Gedung BC sudah banyak orang tahu dan relatif lebih dekat dari rumah. Selain itu, berharap lebih mudah diurus karena saudara sepupu kerja di sana. Jadi kalau mau tanya-tanya lebih mudah. Calon suami juga kerja di BC tapi bukan kantor pusat, di Tanjung Priok, berharap dapat potongan harga kalau yang pakai orang dalam. ;)
2. Kalau Graha Marinir sebenernya lebih kepada karena dekat dengan kantor saya jadi harapannya temen-temen kantor saya lebih mudah untuk datang nanti karena anggap aja ke kantor....wekekekeke. Cuma satu hal yang saya kurang suka dari gedung ini. AC nya!!! Pernah salah satu saudara pakai gedung ini untuk pernikahan. Tamu banyak dan AC tidak cukup untuk membuat ruangan itu tidak panas. Aku dan ayahku bahkan berdiri tepat di depan salah satu AC supaya tidak kepanasan. Itu pengalamanku. Ga tau ya kalau sekarang. Ngomong-ngomong Graha Marinir ini dulu namanya Panti Perwira. Tapi saya lebih suka menyebutnya dengan nama barunya, yaitu Graha Marinir karena ada lagi Panti Perwira di Balai Sudirman. Daripada bingung atau ketuker??? mending pakai nama barunya aja.

Dengan pertimbangan itu, kami berencana cari gedung di hari Minggu, 20 April 2014. Kenapa ga hunting mulai Sabtu???? Karena hari Sabtu, kami silaturahim ke rumah adik ibuku di Maruyung, nengok dedek bayi (keponakan baruku)... Sekalian tanya-tanya bagaimana mempersiapkan pernikahan karena lebih berpengalaman. Okeh, seharian Sabtu di sana, maka hari Minggu harus wajib kudu ga boleh ditunda cari gedung.

Dari 2 pilihan gedung, Gedung BC yang diutamakan. Usut punya usut, pengelolanya adalah Pak Jahran, cuma belum dapat nomor hp nya. Nekad lah aku, ibuku, ayahku berencana pergi hari Minggu itu juga. Dengan berbekal bismillah, kami berangkat. Eits... karena belum pengalaman hunting gedung, kami lakukan closed recruitment untuk 2 orang, yaitu kakak sepupuku dan suaminya. Di hari Minggu pagi, secara mendadak ibuku menelepon kakak sepupuku ini. Ngajak jalan-jalan (yang melelahkan).

Bismillahirrohmanirrohim.... berangkatlah kami.

Tujuan pertama adalah kantor Bea dan Cukai. Memegang nama 1 orang, Bapak Jahran. Tanpa nomor telepon, kami nekad menyambangi Kanpus DJBC. Aku dapat nama Pak Jahran dari kakak sepupuku yang bekerja di BC juga. Tapi ya itu tadi, ga nomornya. Mau ga mau, saya harus tanya calon suami dan ternyata dia pun tidak punya, tapi akan mencari tahu. Goooodddd!!!

Sampai di BC, kami langsung tanya satpam dimana bisa menemui Pak Jahran. Kami diberi tahu harus kemana untuk mencapai tempat Pak Jahran. Tempatnya seperti rumah dinas, atau memang rumah dinas? Entahlah, saya baru lihat dan baru tahu saat itu. Lanjuuuutttt... Ketika kami coba ketuk pintunya, tidak ada jawaban. Pak Jahran tidak ada di dalam. Kosong....siiiiiinnnnggggg..... dimanakah dia???
Alhamdulillah ada salah satu orang keluar dan menyarankan mencari ke gedung yang sedang ada acara pernikahan. Uhuk!! calon gedungku. hehe
Baiklah Pak, kami akan berusaha menemukan Anda apapun yang terjadi dan menyelamatkan Anda dari apapun *apa sih....

Sampai di gedungnya, banyak orang sedang mempersiapkan rangkaian bunga untuk acara pernikahan. Pasti bukan Pak Jahran dong.... Kami mencoba bertanya kepada salah seorang mas-mas. Dia bilang Pak Jahran lagi ga di gedung ini, coba aja ke masjid. Baiklah kami segera menuju masjid yang ternyata boooaaagguussss bener. Betul-betul cocok buat acara akad nikah. Lihat-lihat ke dalam, cari-cari Pak Jahran, yang ada hanya beberapa ibu dan anak-anak. Tidak ada Pak Jahran. Akhirnya kembali lagi ke gedung, ke mas-mas yang tadi (maaf ya mas saya ga tau nama sampean). Tanya lagi dimana Pak Jahran karena di masjid tidak ada. Akhirnya dia masuk ke suatu ruangan yang kuduga adalah ruang untuk kontrol. Beberapa saat kemudian dia kembali dan mempersilakan kami untuk naik ke atas menemui Pak Sarimin (kalau ga salah namanya Pak Sarimin) karena Pak Jahrannya ga kelihatan. Masuklah kami ke dalam gedung sambil aku clingak clinguk melihat ruangan yang sudah didekor untuk acara yang akan dilangsungkan hari itu. Berharap akan mendapatkan kabar yang menyenangkan, aku, kakak sepupuku, dan suaminya menemui Pak Sarimin di lantai 2. Ibuku tidak ikut naik karena kesulitan untuk naik tangga dan ayahku menemani ibuku di bawah.

Pas ketemu Pak Sarimin, bapaknya sedang duduk santai di ruang kendali sedang nonton TV. Ngobrol-ngobrol akhirnya harapan harus pupus. Gedung sudah penuh hingga akhir 2014! Bapaknya bilang, kalau Juni 2015 masih bisa. Yah, bapak...lama amat setahun lagi. Dan Pak Sarimin juga ngomong "Kok baru cari sekarang Mbak? Ini kan Jakarta, orang pada rebutan gedung. Saya aja yang orang sini udah ngebooking setahun sebelum hari H." hehehehe, yah namanya juga usaha Pak. Ga dapet di sini ya udah, cari tempat lain. Dan di tengah-tengah obrolan sama Pak Sarimin terdengar suara bbm. klung klung klung berkali-kali. Aku cuekin aja dulu, nanti aja lihatnya. Lagi konsen ngobrol sama bapaknya. Terus bapaknya menawarkan gedung di kolam renang. Wah, ada harapan. Tapi ternyata sodara-sodara, setelah bilang bahwa kita mau nyebar 500 undangan bapaknya langsung bilang "Wah kalau gitu ga cukup". Lagi pula, ada beberapa undakan di gedung kolam renang kata Pak Sarimin. Waduh...ga deh, cari yang lain aja dulu. Baiklah Pak Sarimin, kami pamit dulu. Baiklah, good bye BC....

Sebetulnya hal seperti ini sudah bisa diduga sejak awal karena Gedung BC termasuk favorit diincar sama calon pengantin untuk mengadakan resepsi. Jadi ga kaget-kaget banget pas tahu gedung ini sudah penuh sampai akhir tahun. Terus kenapa masih keukeuh coba-coba ke sini? Yah, namanya juga usaha. Siapa tahu memang rezeki dapat gedung ini. ;D

Setelah sampai di luar, pas buka bbm, ternyata dari cami memberitahukan dia sudah dapat nomor Pak Jahran dan sudah meneleponnya juga. Beliau juga mengatakan hal yang sama seperti Pak Sarimin dan menawarkan gedung dekat kolam renang. Baiklah, itu adalah penegasan. Gedung BC bukan rezeki kami untuk menggelar acara di sana. Lanjut ke tempat lain.

Masih tetap semangat, dan dengan hati yang tenang serta kepala dingin.

*ga ada foto ya, ga kepikiran buat foto-foto. Ketemu pengelolanya aja udah alhamdulillah