Assalamu'alaykum warohmatullahi wa barokatuh
Baru-baru ini saya mendapat pengalaman baru. Terkait transaksi uang.
Awal ceritanya adalah ketika saya dan suami dalam perjalanan pulang dari kantor. Kami mampir ke Farmers Market untuk membeli beberapa kebutuhan rumah. Sekalian lewat ceritanya karena pasti kami lewat FM kalo lagi pulang.
Beberapa kali kami pernah ke situ, kadang-kadang aja (kalau sering ga mampu, Bu). Dan biasanya saya selalu bayar dengan uang tunai. Tapi, pas hari itu, 25 Mei 2015 pas banget uang di dompet ga cukup...keki dong, masa ga jadi beli padahal udah sampe di kasir. Ke ATM? Repot... Tapi tenang saja, sekarang kan lagi zaman kartu. Semua pakai kartu. Dan ATM adalah kartu pamungkas saya. Debit sajalah... Kartu kredit? Saya tak punya dan belum berminat punya.
Lanjut punya cerita, kartu yang saya keluarkan waktu itu adalah kartu BRI. Digeseklah oleh kasirnya. Proses proses proses, kemudian kasir bilang kalau transaksi gagal. Ya sudah, ganti kartu jadinya. Kemudian saya keluarkan kartu ATM BSM. Jumlah belanja saya waktu itu Rp273.902. Gaya banget ya belanja segitu pake acara gesek kartu wekekekeke. Untung masih ada saldo segitu di rekening di akhir bulan yang cekak. Alhamdulillah transaksi terbaca berhasil. Pulang deh ke rumah dengan tenang.
Tapi semua berubah ketika negara api menyerang....
Saya bersyukur punya kebiasaan mencetak saldo terakhir buku tabungan setiap awal bulan alias pas gajian. Ketika cetak buku tabungan BRI, saya lihat saldo saya terpotong sebesar Rp273.902 sedangkan di bulan Mei, saya ga lakukan transaksi sebesar itu, kecuali untuk belanja di FM. Saya coba cek struk belanja di FM dan benar nilainya segitu.
Wah, saya mulai berpikir bagaimana caranya mengembalikan uang yang terdebit dari tabungan BRI saya. Saya mulai melanglang buana dengan bayangan saya protes ke FM. Kata-kata apa yang harus saya ucapkan. Siapa yang harus saya complain. Wah pokoknya seru lah imajinasi saya.
Tapi, harus ingat juga, hadapi semua dengan kepala dingin. Malu dong kalo ujug-ujug langsung protes, eh ternyata kita yang salah paham. Jadi, saya putuskan untuk memperjelas dulu bahwa saya memang dobel bayar. Akhirnya, saya ke BSM untuk cetak buku tabungan dan rekening koran. Supaya benar-benar yakin angka-angka itu memang mendebit di rekening BSM saya. Tapi butuh perjuangan banget antre di sini. Banyak nasabah yang mau mengurus pelunasan biaya haji di CS. Dilalahnya, cetak rekening koran juga di CS. Antrelah saya.... #fiuh
Setelah nunggu lumayan lama, sekitar 1,5 jam, akhirnya saya dilayani. Awalnya saya minta rekening koran dicetak dulu tanpa menceritakan masalah yang saya hadapi. Kan mau lihat dulu, di tanggal yang sama ada transaksi sebesar nilai yang sama juga dengan BRI. Setelah benar adanya, akhirnya saya baru cerita ke CS BSM apa yang telah terjadi malam itu di FM.
Alhamdulillah, CSnya mau bantu. Kemungkinan yang terjadi waktu di FM adalah transaksi kartu BRI saya time out. Jangan tanya apa maksudnya ya. Saya ga ngerti. Kemudian, saya diminta untuk mengisi formulir pengaduan saat itu juga, 05 Juni 2015.
Setelah itu, saya diminta juga melaporkan ke BRI tentang kejadian ini. Nanti supaya BSM bisa cross check dengan BRI intinya. Saya dijanjikan waktu beberapa hari (berapa hari tepatnya saya lupa, kurang lebih 7-10 hari kalau ga salah). Dari sana saya sudah tenang. CS BSM bilang, saya ga perlu ke FM. Alhamdulillah, ga jadi malu ngomel-ngomel di tempat belanja. Karena saya lapor ke BSM pas hari Jum'at dan laporan saya baru kelar jam 3 sore, saya jadi memutuskan ke BRI hari Senin saja. Lumayan capek rasanya.
-hari Sabtu dan Minggu dilalui dengan bahagia bersama suami tercinta-
Tiba di hari Senin, 08 Juni 2015, sekitar jam 9 pagi saya ke BRI. Langkahnya sama, saya minta cetak rekening koran ke CS (buku tabungan sudah saya cetak awal bulan). Setelah saya mendapat rekening koran dan Rp273.902 itu leyeh-leyeh di sana, saya ceritakan apa yang terjadi. Saya juga disodorkan formulir pengaduan. Intinya, langkah-langkahnya sama saja dengan sewaktu saya di BSM. Saya dijanjikan waktu proses selama 21 hari yang kalau hari yang dimaksud adalah hari kerja, itu artinya pengaduan saya diproses selama 1 bulan sodara.... 2x dari BSM. Agak kaget saya dengar lamanya waktu yang dibutuhkan. Oh iya, cetak rekening koran di BRI dikenakan biaya Rp5.000 sedangkan di BSM gratis. Ya sudah, saya pulang saja. Tinggal tunggu hasil kerja mereka. Selesai.
Kenapa saya mau uang itu kembali? Nilai uangnya mungkin ga sampai berjuta-juta tapi bagi saya nilai segitu lumayan. Bisa digunakan untuk keperluan yang lain. Setidaknya, saya bisa mendapatkan 2x barang belanjaan saya waktu itu.
Tunggu punya tunggu, tanggal 19 Juni 2015, saya mendapat SMS dari BRI yang berbunyi:
"Yth. Nasabah BRI kami informasikan pengaduan Bp/Ibu terhadap transaksi yg gagal telah diselesaikan, & uang telah dikembalikan ke rekening Bp/Ibu. Terimakasih"
Alhamdulillah.... rasanya lega deh dapat SMS itu. Eits, jangan senang dulu, masih ada satu langkah lagi yang harus saya lakukan. Apa itu? Mencetak buku tabungan saya kembali. Melihat Rp273.902 berada di sisi kredit. Itu baru namanya balance.... hehehehehe
Kamis, 25 Juni 2015, saya ke BRI untuk cek buku tabungan apakah benar sudah dikreditkan kembali. Hasilnya adalah Rp273.902 sudah terkredit kembali. Alhamdulillah.... case closed...
Tulisan ini untuk berbagi pengalaman, semoga bermanfaat....
Kamis, 25 Juni 2015
Jumat, 19 Juni 2015
SAH
Assalamu'alaykum wrwb...
Maafkan saya yang lama ga muncul. Blogku ga kerawat, pemiliknya sibuk sama urusan lain. Buat yang nyariin saya, ini saya datang lagi. *siapa yang nyariin... eh, ga ada ya? :p
Udah lama banget kayanya ga lanjutin ngepost. Sebelum betul-betul lupa, sebaiknya aku langsung post aja bagaimana pernikahanku. Nyerah deh kalau mau dijelasin rinci bagaimana persiapannya *siapa juga yang nyuruh...
Udah lama banget kayanya ga lanjutin ngepost. Sebelum betul-betul lupa, sebaiknya aku langsung post aja bagaimana pernikahanku. Nyerah deh kalau mau dijelasin rinci bagaimana persiapannya *siapa juga yang nyuruh...
Enaknya mulai dari mana ya....
1. Gedung
Ga usah terlalu banyak direview ya kalo yang ini. Graha Zeni ini tergolong besar menurutku gedungnya. Bedanya dengan gedung lain adalah, dia bentuknya memanjang sedangkan kebanyakan gedung berbentuk persegi atau melebar. Aku bersyukur sekali Allah SWT memudahkan kami mengurus pernikahan ini. Di antara semua calon pengantin riweuh urusan gedung, alhamdulillah kami dimudahkan. Cari gedung hanya butuh 1 hari saja, ga perlu DP dari 1 tahun sebelumnya. Benar-benar bersyukur.... Secara keseluruhan, aku suka Graha Zeni tapi mungkin karena gedung udah lama, menurutku lantainya perlu direnovasi atau dirawat biar lebih kinclong. Menurutku akan kelihatan lebih wow... Atau sekalian lantainya diganti dengan ukuran yang lebih besar ya biar kelihatan lebih greget. *maunya ngatur, peace ah..
2. Dekorasi
Dekorasi aku ambil paketan Chikal. Kru Chikal bisa diajak diskusi masalah dekorasi tapi ya harus melihat kondisi/kemampuan mereka untuk memenuhinya. Aku beberapa kali fiksasi segala sesuatu ke Chikal. Bukan cuma urusan dekorasi, tapi juga urusan menu, kostum, rias, dll. Jujur, aku tetep merasa kurang puas dengan dekorasi di pernikahanku. Dekorasi di pernikahanku ga jelek tapi ini sebagai masukan supaya bisa lebih baik lagi.
See??? ga ada rangkaian bunga di salah satu sisi kanopi. Menurutku kurang gressssss gitu.... dan bunga gantungnya juga beda! Aku cuma berharap bentuk kanopi selamat datangku persis dengan yang aku request tapi kenyataannya beda. Ga tau kenapa...
b. Standing Lamp
Aku terinspirasi dari dekorasi waktu menyusup ke Graha Zeni di post ini. Standing lamp-nya semarak banget karena ada lampu-lampu (seakan-akan) kristal. Waktu aku minta Chikal untuk dekorasi seperti itu, mereka tidak menyanggupi. Oke deh, tapi aku minta referensi mereka yang ada kristalnya. Dikasih lihat lah aku foto-foto dekorasi mereka yang ada kristal-kristalan sedikit. Ya udah kupilih salah satu. Jadi standing lamp-nya ada dua macam, berupa lampu taman dan tiang buket yang ada kristal menjuntai di atas. Ternyata, pas hari H, kristal-kristal itu ga ada dan diganti dengan bunga sedap malam... dan menurutku ga banget deh itu tampilannya. Aku berharapnya, kalau ada hal-hal ga terduga seperti ini, mbok ya diinformasikan ke capeng. Tetep mau pakai ini atau ga. Apakah mau diganti atau terima aja. Begitu kan lebih baik dan lebih enak menurutku, daripada ujug-ujug beda pas hari H. Jujur, kalau Chikal kasih info sebelumnya, aku minta ganti dengan lampu taman semuanya aja, biar serempak. Atau sangkar burung, atau lampion. Dan aku lebih legowo nerimanya. Curhat deh jadinya....
c. Pelaminan
Aku simple aja untuk urusan pelaminan, yang penting gebyok putih!!! dan Chikal memenuhi itu. Cuma satu yang agak mengganggu di pelaminanku waktu itu. Penataan karpet dan kabel di pelaminan kurang rapi jadi bisa bikin orang kesandung. Suamiku waktu di pelaminan sempet kesandung. Alhamdulillah masih bisa menyeimbangkan diri jadi ga jatuh dan beberapa tamu juga ada yang kesandung. Hal kecil seperti ini bisa dijadikan perhatian supaya lebih baik lagi. Selebihnya, aku suka pelaminanku :)
d. Buffet
Aku pesan supaya ada pohon maple di salah satu buffet. Tapi Chikal ga punya. Punyanya pohon sakura itu pun kecil. Jujur, aku nyesel pakai pohon sakuranya karena bener-bener kecil dan bunganya sedikit. Aku ga sempat lihat contoh pohon sakura di file foto Chikal waktu mondar-mandir ke sana karena mas-masnya waktu itu susah nyarinya. Yo wislah, aku pikir walaupun kecil tapi banyak bunganya. Ternyata seperti ini pohonnya...
Ini pendapatku pribadi aja, pohon sakuranya kurang semarak gitu (aku suka yang semarak-semarak). Mungkin lebih bagus lagi kalo dikasih lampu kelap-kelip di pohon sakuranya atau dikasih lampu di bawahnya untuk mendramatisasi si pohon, biar lebih heboh *halah...
e. Gubukan
Ini adalah detail yang terlewat bagiku. Aku ga ada permintaan khusus, kecuali untuk gubug nasi liwet aku minta nuansa ala jogja. Karena aku lupa ngebahas ini dan ga minta apa-apa, bener-bener ga diapa-apain sama Chikal *lebay... maksudku bener-bener ga ada hiasan bunganya sama sekali
Keseluruhan dekorasi di Graha Zeni, di hari pernikahanku adalah...
| panjangnya Graha Zeni, love it!!! |
| masjid Graha Zeni (Masjid Benteng At-Taqwa) |
2. Dekorasi
Dekorasi aku ambil paketan Chikal. Kru Chikal bisa diajak diskusi masalah dekorasi tapi ya harus melihat kondisi/kemampuan mereka untuk memenuhinya. Aku beberapa kali fiksasi segala sesuatu ke Chikal. Bukan cuma urusan dekorasi, tapi juga urusan menu, kostum, rias, dll. Jujur, aku tetep merasa kurang puas dengan dekorasi di pernikahanku. Dekorasi di pernikahanku ga jelek tapi ini sebagai masukan supaya bisa lebih baik lagi.
a. Dekorasi kanopi selamat datang
Karena undanganku bengkak dari 500 jadi 700, akhirnya aku coba nego ke Chikal untuk bonus-bonus yang bisa kudapat. Aku sih ngerasa ga bawel-bawel amat lah sebagai pelanggan (perasaan loh ya...). Aku sama sekali ga nawar harga ke Chikal. Akhirnya aku coba tawar untuk service yang kumau. Desain kanopi selamat datang yang kumau awalnya seperti ini (sebelumnya aku mohon maaf tidak menampilkan link dari mana aku dapat gambar-gambar referensi karena aku carinya di google jadi maaf ya kalo ada gambar dari blog-blog atau website yang kupajang di sini)
![]() |
| desain yang aku mau, warna menyesuaikan temaku |
dan yang kudapat seperti ini
See??? ga ada rangkaian bunga di salah satu sisi kanopi. Menurutku kurang gressssss gitu.... dan bunga gantungnya juga beda! Aku cuma berharap bentuk kanopi selamat datangku persis dengan yang aku request tapi kenyataannya beda. Ga tau kenapa...
b. Standing Lamp
Aku terinspirasi dari dekorasi waktu menyusup ke Graha Zeni di post ini. Standing lamp-nya semarak banget karena ada lampu-lampu (seakan-akan) kristal. Waktu aku minta Chikal untuk dekorasi seperti itu, mereka tidak menyanggupi. Oke deh, tapi aku minta referensi mereka yang ada kristalnya. Dikasih lihat lah aku foto-foto dekorasi mereka yang ada kristal-kristalan sedikit. Ya udah kupilih salah satu. Jadi standing lamp-nya ada dua macam, berupa lampu taman dan tiang buket yang ada kristal menjuntai di atas. Ternyata, pas hari H, kristal-kristal itu ga ada dan diganti dengan bunga sedap malam... dan menurutku ga banget deh itu tampilannya. Aku berharapnya, kalau ada hal-hal ga terduga seperti ini, mbok ya diinformasikan ke capeng. Tetep mau pakai ini atau ga. Apakah mau diganti atau terima aja. Begitu kan lebih baik dan lebih enak menurutku, daripada ujug-ujug beda pas hari H. Jujur, kalau Chikal kasih info sebelumnya, aku minta ganti dengan lampu taman semuanya aja, biar serempak. Atau sangkar burung, atau lampion. Dan aku lebih legowo nerimanya. Curhat deh jadinya....
| bunga sedap malam itu harusnya kristal...hiks!!! |
Aku simple aja untuk urusan pelaminan, yang penting gebyok putih!!! dan Chikal memenuhi itu. Cuma satu yang agak mengganggu di pelaminanku waktu itu. Penataan karpet dan kabel di pelaminan kurang rapi jadi bisa bikin orang kesandung. Suamiku waktu di pelaminan sempet kesandung. Alhamdulillah masih bisa menyeimbangkan diri jadi ga jatuh dan beberapa tamu juga ada yang kesandung. Hal kecil seperti ini bisa dijadikan perhatian supaya lebih baik lagi. Selebihnya, aku suka pelaminanku :)
d. Buffet
Aku pesan supaya ada pohon maple di salah satu buffet. Tapi Chikal ga punya. Punyanya pohon sakura itu pun kecil. Jujur, aku nyesel pakai pohon sakuranya karena bener-bener kecil dan bunganya sedikit. Aku ga sempat lihat contoh pohon sakura di file foto Chikal waktu mondar-mandir ke sana karena mas-masnya waktu itu susah nyarinya. Yo wislah, aku pikir walaupun kecil tapi banyak bunganya. Ternyata seperti ini pohonnya...
Ini pendapatku pribadi aja, pohon sakuranya kurang semarak gitu (aku suka yang semarak-semarak). Mungkin lebih bagus lagi kalo dikasih lampu kelap-kelip di pohon sakuranya atau dikasih lampu di bawahnya untuk mendramatisasi si pohon, biar lebih heboh *halah...
e. Gubukan
Ini adalah detail yang terlewat bagiku. Aku ga ada permintaan khusus, kecuali untuk gubug nasi liwet aku minta nuansa ala jogja. Karena aku lupa ngebahas ini dan ga minta apa-apa, bener-bener ga diapa-apain sama Chikal *lebay... maksudku bener-bener ga ada hiasan bunganya sama sekali
| model kain putih stand-nya beda, dua renda-renda, yang tengah lengkung *tepokjidat |
| nasi liwet |
Untuk dekorasi, aku dapet bonus karpet rose petal dari Chikal. Alhamdulillah....terima kasih Chikal... :)
Keseluruhan dekorasi di Graha Zeni, di hari pernikahanku adalah...
| dari arah pelaminan |
| dari arah pintu masuk |
| VIP |
3. Rias
Aku sempet galau soal riasan wajah, mau tetep pakai paketnya Chikal atau cari ke tempat lain. Aku suka riasan yang sanggar Liza tapi akhirnya aku putuskan tetap pakai Chikal. Tadinya aku mau minta bu Desi sebagai MUA karena model riasannya yang aku suka, ya mirip dengan riasan Sanggar Liza... tapi sayangnya beliau udah dibooked untuk waktu yang sama denganku. Ga mungkin kan aku minta supaya dia membelah diri...aku ngalah aja deh *nrimo banget sih! Dan aku dirias sama bu Sri, pemilik Chikal yang bisa juga ngerias gaya yang kumau.
Pengalaman yang ga akan kulupa di hari pernikahanku berkaitan dengan make up ini. Di siang hari pas hari H, waktu kami mau siap-siap ke Graha Zeni, hujan turun. Deras. Dan kru Chikal kejebak macet dari acara sebelumnya menuju acaraku. Akhirnya, aku terlambat dirias. And you know what, karena urusan dandan ini aku ga menyaksikan langsung acara ijab qobul. Aku dirias di ruang rias dalam gedung sedangkan akad nikah di masjidnya Zeni. Alhasil, aku ga menyaksikan akad nikahku sendiri. hehehehe lucu aja bagiku. Aku masih belum selesai dirias waktu ijab qobul *sesuatu bangeeettt
Aku baru dateng ke masjid pas penandatanganan buku nikah dan dokumen-dokumen lainnya. *ctaaaarrr
Tapi, menurut orang-orang riasanku waktu itu bagus. Aku kelihatan manglingi katanya. *blushing
Setelah akad nikah, aku langsung ke ruang rias lagi untuk persiapan resepsi. Orang-orang pada makan lontong cap gomeh, aku belom makan.... Alhamdulillah, kru Chikal ngambilin buat aku lontong cap gomeh. Perhatian sekali...tau aja aku belom makan. Sambil didandanin, sambil makan. Serasa ratu...fufufu. Oh iya, aku juga minta hand bouquet gratisan dari Chikal dan dipenuhi...
4. Menu
Aku ga bisa review banyak dari makanan ya, karena kan yang makan tamu. Yang aku makan waktu itu lontong cap gomeh. Turun dari pelaminan, rasanya tuh ga napsu makan. Kenyang aja rasanya, ga tau kenapa. Karena sudah lama, aku udah lupa menu apa yang kupesan waktu itu. Aku tulis seingetku aja ya...
1. Poffertjes
2. Dimsum
3. Kambing Guling
4. Sate Ayam
5. Es doger
6. Nasi liwet (tambah biaya)
7. Bakwan malang
8. Menu paket C
Aduuuhhh, maaf ya aku lupa apa aja, udah lama banget soalnya. Intinya, dari paket menu Chikal, aku ga banyak mengubah. Cuma diotak-atik sedikit aja. Alhamdulillah porsinya cukup, dan banyak sisa menu buffet yang bisa dibawa pulang dan dibagi ke panitia. Kalo dari porsi, insyaAllah Chikal cukup ya asal pesan sesuai undangannya. Aku pesan tambahan menu nasi liwet karena takut kurang, ternyata sudah cukup sebenarnya tanpa nasi liwet juga.
5. Dokumentasi
Dokumentasi acara termasuk dalam paket katering alias dari Chikal. Hasilnya menurutku standar, ga wow tapi juga ga jelek. Aku dan suami masih pilih-pilih mau gedein foto yang mana... Untuk dokumentasi ini, Chikal memberikan semua file foto dalam bentuk DVD. Ada 3 DVD. 1 berisi foto-foto, 1 berisi video master, 1 lagi berisi video yang sudah diedit. Kita juga dikasih 2 album foto-foto. Albumnya hard cover. Bentuknya bukan lembaran-lembaran foto yang bisa dicopot/dipindah tapi langsung dicetak di lembaran-lembaran hard cover gitu seperti buku. Dan semua itu dikemas dengan case bermotif kotak-kotak dengan logo Chikal tentunya.
Sekian dulu review dariku. Sampai jumpa lain kesempatan dengan tema berbeda in sya Allah...
Setelah akad nikah, aku langsung ke ruang rias lagi untuk persiapan resepsi. Orang-orang pada makan lontong cap gomeh, aku belom makan.... Alhamdulillah, kru Chikal ngambilin buat aku lontong cap gomeh. Perhatian sekali...tau aja aku belom makan. Sambil didandanin, sambil makan. Serasa ratu...fufufu. Oh iya, aku juga minta hand bouquet gratisan dari Chikal dan dipenuhi...
4. Menu
Aku ga bisa review banyak dari makanan ya, karena kan yang makan tamu. Yang aku makan waktu itu lontong cap gomeh. Turun dari pelaminan, rasanya tuh ga napsu makan. Kenyang aja rasanya, ga tau kenapa. Karena sudah lama, aku udah lupa menu apa yang kupesan waktu itu. Aku tulis seingetku aja ya...
1. Poffertjes
2. Dimsum
3. Kambing Guling
4. Sate Ayam
5. Es doger
6. Nasi liwet (tambah biaya)
7. Bakwan malang
8. Menu paket C
Aduuuhhh, maaf ya aku lupa apa aja, udah lama banget soalnya. Intinya, dari paket menu Chikal, aku ga banyak mengubah. Cuma diotak-atik sedikit aja. Alhamdulillah porsinya cukup, dan banyak sisa menu buffet yang bisa dibawa pulang dan dibagi ke panitia. Kalo dari porsi, insyaAllah Chikal cukup ya asal pesan sesuai undangannya. Aku pesan tambahan menu nasi liwet karena takut kurang, ternyata sudah cukup sebenarnya tanpa nasi liwet juga.
5. Dokumentasi
Dokumentasi acara termasuk dalam paket katering alias dari Chikal. Hasilnya menurutku standar, ga wow tapi juga ga jelek. Aku dan suami masih pilih-pilih mau gedein foto yang mana... Untuk dokumentasi ini, Chikal memberikan semua file foto dalam bentuk DVD. Ada 3 DVD. 1 berisi foto-foto, 1 berisi video master, 1 lagi berisi video yang sudah diedit. Kita juga dikasih 2 album foto-foto. Albumnya hard cover. Bentuknya bukan lembaran-lembaran foto yang bisa dicopot/dipindah tapi langsung dicetak di lembaran-lembaran hard cover gitu seperti buku. Dan semua itu dikemas dengan case bermotif kotak-kotak dengan logo Chikal tentunya.
Sekian dulu review dariku. Sampai jumpa lain kesempatan dengan tema berbeda in sya Allah...
Jumat, 19 Desember 2014
Woro Woro Ritter Sport
Assalamu'alaykum wrwb..
Karena aku udah buat post tentang cokelat yang berisi kegalauanku dengan cokelat impor, aku coba cari tau beberapa dari mereka dengan menanyakan langsung di websitenya. Sekarang waktunya aku untuk menampilkan jawaban dari Ritter Sport berdasarkan kegalauanku di post ini.
Aku (17 Desember 2014):
Dear Ritter Sport,
I would like to know if your products are suitable for moslems? Do your products contain animal derivatives, especially from pork? Do your products contain alcohol? Is the ingredient of "natural flavouring" alcohol-free and pork-free?
I thank you for your fast answer.
Ritter Sport (17 Desember 2014):
Dear Customer,
thank you very much for your email and for your interest in our products.
Our assortment of milk chocolates can contain low-fat milk powder, whole milk powder, cream powder, whey powder, yogurt powder and/or clarified butter. These milk products are of animal origin (cows). At the moment we use whey powder in our Ritter Sport Butter Biscuit, in our Ritter Sport Caramel and Nuts and in our Chocolate Cube Caramel. The rennet which is needed to produce the whey powder for our Caramel and Nuts and for our Chocolate cube Caramel is of microbial origin. The rennet for the production of the whey powder for our Butter Biscuit is of animal origin.
Sometimes we also use egg products. But we don't use any products of pork origin.
Our varieties Marzipan and Dark Chocolate do not contain either milk products or any other animal products.
The natural flavourings which we use in our chocolate are of plant origin.
If alcohol is added to the chocolate as an ingredient, this will be expressly noted on the packaging.
Varieties with alcohol are, for example, the varieties 100g Rum Raisin Hazelnuts and the Ritter Rum Crispy Bar.
If alcohol is used in the chocolate as a flavour carrier substance, the chocolate will have an alcohol content of approximately 0.02% which is very low. In apple juice, for example, an alcohol content of 0.3% is allowed (almost 25 times as much).
In the attachement we send you a list of all of our products that don't contain alcohol as an ingredient or as a flavour carrier substance. But please be informed, that not all of these products are available in Indonesia.
The following products are certified Halal:
Alpine Milk Chocolate
Dark Whole Hazelnuts
Fine Extra Dark Chocolate 73%
Fine Milk Chocolate
Strawberry Yogurt
Espresso
Whole Almonds
Dark Chocolate
Yogurt
Cocoa Mousse
Butter Biscuit
Coconut
Marzipan
Praline
Peppermint
Choco Duo
Raisins & Nuts
Vanilla Mousse
Whole Hazelnuts
Alpine Milk Chocolate
Biscuits & Nuts
Mini: Hazelnuts, Yogurt, Butter Biscuit, Marzipan, Praline
Chocolate Cube: Praline, Caramel, Cocoa Brittle, Yogurt
Kind regards,
Alfred Ritter GmbH & Co. KG
i.A. Melissa Michl
Quality management
Food Law + Consumer Service
Tel +49 7157/97-210
Fax +49 7157/97-233
E-Mail: VS_LMR@ritter-sport.de
Internet: http://www.ritter-sport.de
Ritter Sport juga melampirkan daftar produknya yang punya sertifikat halal dalam bentuk PDF. Karena aku ga tau cara melampirkannya ke blog, bagi yang mau lihat lampirannya, sila isi komentar. In sya Allah aku kirimin lewat email.
Jujur, aku merasa gimanaaaa gitu dengan jawaban Ritter Sport kalo dia punya sertifikat halal untuk beberapa produknya. Lindt aja mengakui kalo dia ga punya sertifikat halal. Ritter Sport punya....
Tapi aku tetep ga percaya begitu aja. Langsung kubales lagi emailnya:
Aku (18 Desember 2014):
Dear Ritter Sport,
Ritter Sport (18 Desember 2014):
Dear Customer,
thank you for your inquiry.
We are happy to inform you, that our products were certified by HALAL CONTROL (EU).
We hope that we were able to help you with this information
Kind regards,
Alfred Ritter GmbH & Co. KG
i.A. Melissa Michl
Quality management
Food Law + Consumer Service
Tel +49 7157/97-210
Fax +49 7157/97-233
E-Mail: VS_LMR@ritter-sport.de
Internet: http://www.ritter-sport.de
Masih penasaran, aku coba cari tau tentang HALAL CONTROL (EU) dan aku menemukan bahwa memang ada logonya Ritter Sport di websitenya. Cekidot hir!
Alhamdulillah, berarti waktu makan Ritter Sport dulu itu, ternyata memang boleh.... Sekarang bisa deh tenang makannya.
Karena aku udah buat post tentang cokelat yang berisi kegalauanku dengan cokelat impor, aku coba cari tau beberapa dari mereka dengan menanyakan langsung di websitenya. Sekarang waktunya aku untuk menampilkan jawaban dari Ritter Sport berdasarkan kegalauanku di post ini.
Aku (17 Desember 2014):
Dear Ritter Sport,
I would like to know if your products are suitable for moslems? Do your products contain animal derivatives, especially from pork? Do your products contain alcohol? Is the ingredient of "natural flavouring" alcohol-free and pork-free?
I thank you for your fast answer.
Ritter Sport (17 Desember 2014):
Dear Customer,
thank you very much for your email and for your interest in our products.
Our assortment of milk chocolates can contain low-fat milk powder, whole milk powder, cream powder, whey powder, yogurt powder and/or clarified butter. These milk products are of animal origin (cows). At the moment we use whey powder in our Ritter Sport Butter Biscuit, in our Ritter Sport Caramel and Nuts and in our Chocolate Cube Caramel. The rennet which is needed to produce the whey powder for our Caramel and Nuts and for our Chocolate cube Caramel is of microbial origin. The rennet for the production of the whey powder for our Butter Biscuit is of animal origin.
Sometimes we also use egg products. But we don't use any products of pork origin.
Our varieties Marzipan and Dark Chocolate do not contain either milk products or any other animal products.
The natural flavourings which we use in our chocolate are of plant origin.
If alcohol is added to the chocolate as an ingredient, this will be expressly noted on the packaging.
Varieties with alcohol are, for example, the varieties 100g Rum Raisin Hazelnuts and the Ritter Rum Crispy Bar.
If alcohol is used in the chocolate as a flavour carrier substance, the chocolate will have an alcohol content of approximately 0.02% which is very low. In apple juice, for example, an alcohol content of 0.3% is allowed (almost 25 times as much).
In the attachement we send you a list of all of our products that don't contain alcohol as an ingredient or as a flavour carrier substance. But please be informed, that not all of these products are available in Indonesia.
The following products are certified Halal:
Alpine Milk Chocolate
Dark Whole Hazelnuts
Fine Extra Dark Chocolate 73%
Fine Milk Chocolate
Strawberry Yogurt
Espresso
Whole Almonds
Dark Chocolate
Yogurt
Cocoa Mousse
Butter Biscuit
Coconut
Marzipan
Praline
Peppermint
Choco Duo
Raisins & Nuts
Vanilla Mousse
Whole Hazelnuts
Alpine Milk Chocolate
Biscuits & Nuts
Mini: Hazelnuts, Yogurt, Butter Biscuit, Marzipan, Praline
Chocolate Cube: Praline, Caramel, Cocoa Brittle, Yogurt
Kind regards,
Alfred Ritter GmbH & Co. KG
i.A. Melissa Michl
Quality management
Food Law + Consumer Service
Tel +49 7157/97-210
Fax +49 7157/97-233
E-Mail: VS_LMR@ritter-sport.de
Internet: http://www.ritter-sport.de
Ritter Sport juga melampirkan daftar produknya yang punya sertifikat halal dalam bentuk PDF. Karena aku ga tau cara melampirkannya ke blog, bagi yang mau lihat lampirannya, sila isi komentar. In sya Allah aku kirimin lewat email.
Jujur, aku merasa gimanaaaa gitu dengan jawaban Ritter Sport kalo dia punya sertifikat halal untuk beberapa produknya. Lindt aja mengakui kalo dia ga punya sertifikat halal. Ritter Sport punya....
Tapi aku tetep ga percaya begitu aja. Langsung kubales lagi emailnya:
Aku (18 Desember 2014):
Dear Ritter Sport,
I am glad for your fast response and I am impressed a lot of your products are halal certified. What organization did give you this certification?
Thank you so much.
Sincerely yours,
Lulu
Ritter Sport (18 Desember 2014):
Dear Customer,
thank you for your inquiry.
We are happy to inform you, that our products were certified by HALAL CONTROL (EU).
We hope that we were able to help you with this information
Kind regards,
Alfred Ritter GmbH & Co. KG
i.A. Melissa Michl
Quality management
Food Law + Consumer Service
Tel +49 7157/97-210
Fax +49 7157/97-233
E-Mail: VS_LMR@ritter-sport.de
Internet: http://www.ritter-sport.de
Masih penasaran, aku coba cari tau tentang HALAL CONTROL (EU) dan aku menemukan bahwa memang ada logonya Ritter Sport di websitenya. Cekidot hir!
Alhamdulillah, berarti waktu makan Ritter Sport dulu itu, ternyata memang boleh.... Sekarang bisa deh tenang makannya.
Selasa, 16 Desember 2014
Woro Woro Lindt
Assalamu'alaykum...
Aku ga tau kenapa dan bagaimana aku jadi begitu penasaran dengan dark chocolate impor yang halal untuk dimakan. Mungkinkah aku terobsesi? Ga tau deh...
Oke, karena aku sangat penasaran dengan Lindt, akhirnya aku membulatkan tekad kontak Lindt melalui website mereka di www.lindt.com. Daripada lama-lama, yuk saksikan surat-suratanku dengan Lindt*)
*) Syarat dan ketentuan wajib!
Jangan ketawa ya bacanya karena bahasa inggrisku juga tingkat rata-rata. Ingeeetttt, jangan ngetawain, senyam-senyum juga ga boleh apalagi menghina
Aku (04 Desember 2014):
Dear Lindt & Sprungli,
I am interested in Lindt's Excellence 70% or 85% Cacao but I didn't see halal label there, something that is found easily on any kind products in my country. When I check the ingredients, I see they contain of cocoa mass, fat reduced cocoa, cocoa butter, unrefined cane sugar, natural Bourbon vanilla beans.
I have some questions. Do your products contain any alcohol or animal derivative product especially from pork? Is natural Bourbon vanilla bean from vanilla seeds or made artificially? If it's from vanilla seeds, can you tell me if alcohol is added into the process? Or if it's from vanilla extract, does this extract contain alcohol?
I really appreciate your answer because I am a moslem and I need to know if I am allowed to eat your chocolates. Thank you for your attention.
Lindt (10 Desember 2014):
Aku (11 Desember 2014):
Dear Lindt&Sprungli,
Lindt (16 Desember 2014):
Oke, sekarang aku berencana beli Lindt Excellence... Hari minggu kemarin aku lihat ada Lindt Excellence di Carrefour Bekasi Square. Berarti udah 2 tempat untuk cari Lindt. Satu di Rezeki (Harmoni), satu lagi di Carrefour Bekasi Square (ga tau kalo di Carrefour yang lain, belum lihat).
I hope this help...
Assalamu'alaykum...
;)
Aku ga tau kenapa dan bagaimana aku jadi begitu penasaran dengan dark chocolate impor yang halal untuk dimakan. Mungkinkah aku terobsesi? Ga tau deh...
Oke, karena aku sangat penasaran dengan Lindt, akhirnya aku membulatkan tekad kontak Lindt melalui website mereka di www.lindt.com. Daripada lama-lama, yuk saksikan surat-suratanku dengan Lindt*)
*) Syarat dan ketentuan wajib!
Jangan ketawa ya bacanya karena bahasa inggrisku juga tingkat rata-rata. Ingeeetttt, jangan ngetawain, senyam-senyum juga ga boleh apalagi menghina
Aku (04 Desember 2014):
Dear Lindt & Sprungli,
I am interested in Lindt's Excellence 70% or 85% Cacao but I didn't see halal label there, something that is found easily on any kind products in my country. When I check the ingredients, I see they contain of cocoa mass, fat reduced cocoa, cocoa butter, unrefined cane sugar, natural Bourbon vanilla beans.
I have some questions. Do your products contain any alcohol or animal derivative product especially from pork? Is natural Bourbon vanilla bean from vanilla seeds or made artificially? If it's from vanilla seeds, can you tell me if alcohol is added into the process? Or if it's from vanilla extract, does this extract contain alcohol?
I really appreciate your answer because I am a moslem and I need to know if I am allowed to eat your chocolates. Thank you for your attention.
Lindt (10 Desember 2014):
Aku (11 Desember 2014):
Dear Lindt&Sprungli,
I'm sorry for asking again. Then, which are your products that do not contain alcohol? Could you mention them?
Thank you
Lindt (16 Desember 2014):
Dear,
Thanks for your enquiry. The following items you may consider as do not contain alcohol:
Swiss Classic 100g bar: Milk, dark, white
All Excellence range: 70%, 85%, 90%, 99%
Thank you.
Oke, sekarang aku berencana beli Lindt Excellence... Hari minggu kemarin aku lihat ada Lindt Excellence di Carrefour Bekasi Square. Berarti udah 2 tempat untuk cari Lindt. Satu di Rezeki (Harmoni), satu lagi di Carrefour Bekasi Square (ga tau kalo di Carrefour yang lain, belum lihat).
I hope this help...
Assalamu'alaykum...
;)
Chikal Prima Rasa Part Two
Assalamu'alaykum :D
Lumayan lama ga ngepost. Kita buka Desember ini dengan review singkat Chikal yang aku lakukan waktu persiapan pernikahanku. Aku memang sudah memutuskan pakai Chikal untuk acara pernikahanku dan saatnya untuk menentukan menu yang kami mau di acara pernikahanku. Aku pernah test food di Chikal waktu urus ini-itu di Chikal. Waktu itu aku nyoba suwir ikan dengan sambal dabu2 gitu. Dan rasanya memang muaaaakkknnyuuuusssss.... Karena aku pecinta makanan pedas, ikan ini aku suka banget. Tapi aku ga pesan ini dalam daftar menu. Karena apa? Karena menu itu kan ditujukan untuk tamu, bukan cuma mengikuti seleraku semata dan acaraku kan malam, menurutku kurang pas kalau menyediakan makanan pedas seperti ikan dabu-dabu ini. Bisa-bisa tamu-tamuku nanti sakit perut lagi. No way... Di sini juga aku makan soto yang ueeenakkk buanget... enak enak enak
Test food lainnya adalah yang di Masjid Raya Pondok Indah. Aku lupa tanggalnya. Aku ke sini dengan modal utama nekad. Orang tuaku males diajakin test food untuk pilih menu. Nrimo intinya. Kalo aku ga mau. Selama masih bisa diperjuangkan, akan kuperjuangkan! Kita pesan kan ga gratisan.... iya ga??? Akhirnya aku ke Masjid Raya Pondok Indah sendirian, nyetir mobil, menyusuri tol (asal tau aja, aku nyetir lewat jalan tol bisa dihitung jari dari satu tangan, sesuatu banget kan?), dan pas di jalan turun hujan deras, malam hari pula!!! Masya Allah... dan aku belum pernah ke sana sebelumnya. Lebih drama lagi, aku ga lihat itu masjid. Akhirnya beberapa kali aku putar balik untuk cari masjid itu. Alhamdulillah pas hujan agak reda, aku bisa juga sampe di sana. Udah agak sepi...dan aku kedinginaaaaannnn....
Baiklah, ini beberapa menu yang aku coba
1. Molten cake
molten cake yang ada di pikiranku tuh cake yang cokelatnya melted di dalam tapi ini ga melted mungkin karena udah dingin ya atau memang sengaja begitu
2. Bakso Malang
sama rasanya seperti di Graha Zeni
3. Sate ayam
aku lebih suka sate ayam yang kumakan di Graha Zeni. Sate ayam yang kucoba di sini dingin dan agak keras jadinya teksturnya
4. Soto (lupa soto apa)
menurutku rasanya lumayan tapi ga istimewa
5. Siomay
Di antara semua makanan yang kucoba, ini yang paling mending
6. Buffe
Untuk buffe, aku ambil nasi goreng, ayam rica, sop kimlo, ikan kakap tepung saus asam manis. Entah kenapa aku merasa makanan ini standard banget.
Kesimpulan dari TF ku saat itu adalah aku harus menjadikan catatan khusus ke Chikal masalah menu ini. Beda dengan TF di Chikal yang aku ceritain di atas. TF waktu itu menunya enak. Yang ini kok kebalikannya ya... Aku merasa TF di Masjid Raya Pondok Indah ini ga memuaskan. I'm sorry to say... (pesan moral: perlu banyak-banyak TF biar bener-bener yakin, tetep TF walaupun kita sudah menentukan katering, sambil modus makan enak hehe)
Ga ketinggalan aku foto-foto sedikit kondisi dekorasinya
Wassalamu'alaykum wrwb
Lumayan lama ga ngepost. Kita buka Desember ini dengan review singkat Chikal yang aku lakukan waktu persiapan pernikahanku. Aku memang sudah memutuskan pakai Chikal untuk acara pernikahanku dan saatnya untuk menentukan menu yang kami mau di acara pernikahanku. Aku pernah test food di Chikal waktu urus ini-itu di Chikal. Waktu itu aku nyoba suwir ikan dengan sambal dabu2 gitu. Dan rasanya memang muaaaakkknnyuuuusssss.... Karena aku pecinta makanan pedas, ikan ini aku suka banget. Tapi aku ga pesan ini dalam daftar menu. Karena apa? Karena menu itu kan ditujukan untuk tamu, bukan cuma mengikuti seleraku semata dan acaraku kan malam, menurutku kurang pas kalau menyediakan makanan pedas seperti ikan dabu-dabu ini. Bisa-bisa tamu-tamuku nanti sakit perut lagi. No way... Di sini juga aku makan soto yang ueeenakkk buanget... enak enak enak
Test food lainnya adalah yang di Masjid Raya Pondok Indah. Aku lupa tanggalnya. Aku ke sini dengan modal utama nekad. Orang tuaku males diajakin test food untuk pilih menu. Nrimo intinya. Kalo aku ga mau. Selama masih bisa diperjuangkan, akan kuperjuangkan! Kita pesan kan ga gratisan.... iya ga??? Akhirnya aku ke Masjid Raya Pondok Indah sendirian, nyetir mobil, menyusuri tol (asal tau aja, aku nyetir lewat jalan tol bisa dihitung jari dari satu tangan, sesuatu banget kan?), dan pas di jalan turun hujan deras, malam hari pula!!! Masya Allah... dan aku belum pernah ke sana sebelumnya. Lebih drama lagi, aku ga lihat itu masjid. Akhirnya beberapa kali aku putar balik untuk cari masjid itu. Alhamdulillah pas hujan agak reda, aku bisa juga sampe di sana. Udah agak sepi...dan aku kedinginaaaaannnn....
Baiklah, ini beberapa menu yang aku coba
1. Molten cake
molten cake yang ada di pikiranku tuh cake yang cokelatnya melted di dalam tapi ini ga melted mungkin karena udah dingin ya atau memang sengaja begitu
2. Bakso Malang
sama rasanya seperti di Graha Zeni
3. Sate ayam
aku lebih suka sate ayam yang kumakan di Graha Zeni. Sate ayam yang kucoba di sini dingin dan agak keras jadinya teksturnya
4. Soto (lupa soto apa)
menurutku rasanya lumayan tapi ga istimewa
5. Siomay
Di antara semua makanan yang kucoba, ini yang paling mending
6. Buffe
Untuk buffe, aku ambil nasi goreng, ayam rica, sop kimlo, ikan kakap tepung saus asam manis. Entah kenapa aku merasa makanan ini standard banget.
Kesimpulan dari TF ku saat itu adalah aku harus menjadikan catatan khusus ke Chikal masalah menu ini. Beda dengan TF di Chikal yang aku ceritain di atas. TF waktu itu menunya enak. Yang ini kok kebalikannya ya... Aku merasa TF di Masjid Raya Pondok Indah ini ga memuaskan. I'm sorry to say... (pesan moral: perlu banyak-banyak TF biar bener-bener yakin, tetep TF walaupun kita sudah menentukan katering, sambil modus makan enak hehe)
Ga ketinggalan aku foto-foto sedikit kondisi dekorasinya
Wassalamu'alaykum wrwb
Jumat, 28 November 2014
Baju Akad Nikah
Assalamu'alaykum
Lanjut ke baju akad nikah ya... Tadinya aku ga berencana untuk membuat baju akad nikah sendiri karena sudah bisa pakai baju akad dari Chikal. Tapi.......karena racun dari sepupuku, yaitu Mbak Mar jadilah aku menambah satu printilan baru, yaitu BAJU AKAD NIKAH
Awal cerita aku buat baju akad adalah saat aku, ibuku, dan Mbak Mar menyusup ke Tanah Abang untuk cari seragam panitia sekalian berbagai macam isi seserahan. Aku keracunan Mbak Mar untuk bikin baju akad. Akhirnya aku beli bahan lace di Tanah Abang. Harga per meternya kalau ga salah ingat sekitar 300.000-an. Dan aku mau buat gamis aja karena kalau buat kebaya kayanya bakal jarang dipakai ya.... Kalau gamis, bisa dipakai untuk acara-acara resmi kapan pun. Jadilah aku beli lace 3 meter lebih dan bahan pelapisnya berupa satin dengan panjang yang sama.
Dimana jahitnya? Aku memantapkan hati ke QZM (Qozim) Pasar Sunan Giri. Kalau aku ga rencana bikin baju akad nikah, mungkin sampai sekarang aku ga menginjakkan kaki di sana kali ya....Dan pastinya aku ga tahu rupanya seperti apa. Menurutku pasar Sunan Giri tuh sepi dan harganya lumayaaannnn....mmmmmhhhhh....mahal. Tapi aku kan ga mau beli baju jadi, aku mau jahit...
Jujur, aku belum punya desain bajunya. Untungnya, di QZM ada majalah-majalah yang bisa dicontek desainnya. Dan aku naksir dengan yang satu ini:
Aku diingatkan oleh pegawainya Qozim kalau hasil bajuku mungkin ga akan benar-benar persis dengan gambar di atas karena gaun di gambar itu detilnya bukan dibuat dari aplikasi jahitan tapi memang sudah begitu corak dan motifnya alias emang udah bagus dari sananya kainnya. Dan aku dibuatkan desain yang kira-kira akan dibuat untuk gamisku. Ini dia desainnya
Hasil akhirnya? Tunggu post-post selanjutnya
****Bonus**** (halah...)
Sudah lama aku suka dengan kebaya hasil rancangan Mbak Vera Anggraini. Aku pernah iseng tanya ke Mbak Vera yang sudah sangat terkenal dengan kebayanya. Aku pribadi sangat terpukau dengan kebaya hasil karyanya. Sangat sangat sangat suka.
Aku iseng tanya harga kebayanya melalui emailnya di verakebaya@me.com
Model kebaya yang aku taksir adalah yang ini
Mbak Vera ini orangnya ramah bangeeeettttt. Dia balas emailku walaupun belum tentu aku pesan. Dan ini balasannya:
Verakebaya
*) balasan email ini tertanggal 14 Maret 2014, perubahan harga bisa saja terjadi sekarang
Hmmmm... tabunganku bisa ludes...tapi aku berharap suatu hari nanti bisa jahit kebaya di Mbak Vera. Untuk sekarang, kumpulin pundi-pundi dulu.
Semoga bermanfaat,
Assalamu'alaykum wrwb.
Lanjut ke baju akad nikah ya... Tadinya aku ga berencana untuk membuat baju akad nikah sendiri karena sudah bisa pakai baju akad dari Chikal. Tapi.......karena racun dari sepupuku, yaitu Mbak Mar jadilah aku menambah satu printilan baru, yaitu BAJU AKAD NIKAH
Awal cerita aku buat baju akad adalah saat aku, ibuku, dan Mbak Mar menyusup ke Tanah Abang untuk cari seragam panitia sekalian berbagai macam isi seserahan. Aku keracunan Mbak Mar untuk bikin baju akad. Akhirnya aku beli bahan lace di Tanah Abang. Harga per meternya kalau ga salah ingat sekitar 300.000-an. Dan aku mau buat gamis aja karena kalau buat kebaya kayanya bakal jarang dipakai ya.... Kalau gamis, bisa dipakai untuk acara-acara resmi kapan pun. Jadilah aku beli lace 3 meter lebih dan bahan pelapisnya berupa satin dengan panjang yang sama.
Dimana jahitnya? Aku memantapkan hati ke QZM (Qozim) Pasar Sunan Giri. Kalau aku ga rencana bikin baju akad nikah, mungkin sampai sekarang aku ga menginjakkan kaki di sana kali ya....Dan pastinya aku ga tahu rupanya seperti apa. Menurutku pasar Sunan Giri tuh sepi dan harganya lumayaaannnn....mmmmmhhhhh....mahal. Tapi aku kan ga mau beli baju jadi, aku mau jahit...
Jujur, aku belum punya desain bajunya. Untungnya, di QZM ada majalah-majalah yang bisa dicontek desainnya. Dan aku naksir dengan yang satu ini:
Aku diingatkan oleh pegawainya Qozim kalau hasil bajuku mungkin ga akan benar-benar persis dengan gambar di atas karena gaun di gambar itu detilnya bukan dibuat dari aplikasi jahitan tapi memang sudah begitu corak dan motifnya alias emang udah bagus dari sananya kainnya. Dan aku dibuatkan desain yang kira-kira akan dibuat untuk gamisku. Ini dia desainnya
Hasil akhirnya? Tunggu post-post selanjutnya
****Bonus**** (halah...)
Sudah lama aku suka dengan kebaya hasil rancangan Mbak Vera Anggraini. Aku pernah iseng tanya ke Mbak Vera yang sudah sangat terkenal dengan kebayanya. Aku pribadi sangat terpukau dengan kebaya hasil karyanya. Sangat sangat sangat suka.
Aku iseng tanya harga kebayanya melalui emailnya di verakebaya@me.com
Model kebaya yang aku taksir adalah yang ini
Mbak Vera ini orangnya ramah bangeeeettttt. Dia balas emailku walaupun belum tentu aku pesan. Dan ini balasannya:
Maaf baru balas,
Salam kenal...
Kebaya biasa/standar start from 8jt belum termasuk bahan (kain/lace/brokat). Bahan boleh bawa sendiri.
Kebaya akad/pemberkatan biasanya start from 25jt.
Kebaya resepsi start from 30jt. Untuk kebaya pengantin sudah full mote/payet & swarovski.
Biasanya klien lebih suka bawa bahan sendiri, dengan motif yg disukai.
Atau bisa aku temenin belanja di toko bahan untuk padu padan motif, warna dan desain yg mungkin akan dicocokkan dgn tema/konsep wedding atau baju keluarga.
Di aku juga ada stok bahan yg bisa dipilih kalau ada yg cocok.
Tetapi tetep semua budget diatas itu cuma gambaran dasar, semua tergantung sama final desain, material tambahan dan panjang pendeknya kebaya.
Berapa lama proses pengerjaannya ? Relatif, tergantung banyak tidaknya project yang masuk. Karena saya sangat membatasi produksi. Artinya apabila dalam sebulan dirasa sudah full maka saya tidak mungkin bisa menerima tambahan project. Prinsipnya semakin lama rentang waktu yang tersedia semakin baik.
Saya tidak ada sewa menyewa kebaya, semua by order dan tidak ada ready stok. Kalau pun ada ready stok itupun sangat sedikit.
Prinsipnya saya terbuka untuk ngobrol baik tentang desain maupun tentang budget, flexible kok hehe...
Butik cuma buka kalau ada janji ketemuan atau fitting klien. Apabila ingin mampir ke butik, sebaiknya bikin janji dulu biar enak atur waktunya.
Untuk detailnya atau bikin janji ketemu saya dibutik bisa hubungi 021-72791444 ( jam kerja ) dengan Mba IMA
Thanks ❤️❤️🙏🙏
Vera Anggraini
Verakebaya
Jalan Ahmad Dahlan 45
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan *)
*) balasan email ini tertanggal 14 Maret 2014, perubahan harga bisa saja terjadi sekarang
Hmmmm... tabunganku bisa ludes...tapi aku berharap suatu hari nanti bisa jahit kebaya di Mbak Vera. Untuk sekarang, kumpulin pundi-pundi dulu.
Semoga bermanfaat,
Assalamu'alaykum wrwb.
Senin, 10 November 2014
Undangan
Assalamu'alaykum wrwb
Ini adalah perintilan pernikahan yang bikin aku deg-degan. Bisa ga ya.... pesen undangan cepet jadi. Persiapan pernikahanku 2 bulan, mulai dari lamaran sampe hari H. Adudududududuh....
Dulu aku pernah membayangkan.... aku mau souvenir di pernikahanku payung lipat kemudian undangannya berbentuk paper bag gitu. Jadi, kasih undangan sekaligus kasih souvenirnya, ga perlu repot bagi-bagi di meja penerima tamu. Tapi karena souvenirnya ga jadi payung dan aku berpikir kalo undangan sekalian souvenir itu untuk orang-orang jauh yang ga bisa hadir. Ya sudah, ga jadi deh konsepnya.
Aku udah cari-cari referensi tempat yang tepat untuk pesan undangan. Aku pikir, pesan aja di Tebet, minta anter kakakku ke sana. Eh ternyata calon suamiku waktu itu menawarkan diri untuk pesen undangan. Tapi.... aku tunggu-tunggu kabarnya ternyata belum pesan juga! Aku udah bingung. Mau ambil alih tugas, dia bilang ga usah. Tapi ga pesan-pesan juga. Masih cari referensi tempat yang cocok katanya padahal ortuku udah nanyain terus perkembangan undangannya dan waktu berjalan terus... Itu pun kami belum ada konsep mau seperti apa bentuk undangannya. Di pikiranku kan biar lihat-lihat dulu contoh undangan di tempat pesannya baru memutuskan mana desain yang cocok. Lah ini, tempat pesannya aja belum tahu gimana bisa lanjut....
Kalau gini ceritanya, aku pikir aku harus tentukan desain undangan. Syukur dipakai kalau sudah fix mau pesan dimana, biar langsung pesan. Tapi kalau ga dipakai, ya sudah yang penting ada yang sudah kulakukan. Mulailah aku berimajinasi undangan yang kumau. Kebanyakan undangan yang aku dapat selama ini ada beberapa halaman. Aku pengen yang simpel aja. Satu halaman udah cukup. Aku jadi beride membuat undangan yang tebal, ukurannya kecil aja, disampul amplop, dan penulisan waktu akad dan resepsinya ditulis bersebelahan aja, jadi ga perlu kalimat berbunga-bunga yang makan tempat. Peta tempat acara dicetak di balik undangan aja jadi lebih efisien. Kalau terjemahan ayat Alqur'an (yang biasanya Arruum:21) aku berencana dicetak di bagian belakang amplop aja.
Ternyata eh ternyata, ideku ini keduluan sama temen kantorku cuma ukurannya lebih besar daripada yang ada di pikiranku dan petanya dicetak di lembar terpisah. Aaaarggghhhh.... kesannya kan aku ikut-ikutan....
Tapi ga apa-apa. Ambil positifnya. Dengan begitu kan aku bisa langsung foto aja undangan temenku ini, kirim deh ke calon suami sebagai referensi. Ga perlu panjang-panjang ngejelasin. Setelah kukirim fotonya, ternyata langsung approved!!! Dia bilang oke untuk undangannya tapi ga perlu pake hiasan bunga-bunga seperti contoh undangan temenku padahal kan itu yang bikin undangannya kelihatan manis...terserah deh, pokoknya undangannya jadi dalam waktu dekat!!! Sebulan sebelum hari H baru pesan undangan -_- ''
Dan tentu saja akhirnya repot ngoprak-ngoprak pembuat undangannya. 500 undangan dalam waktu kurang dari sebulan! Tapi vendornya juga menjanjikan siap dalam waktu dekat (2 minggu kalau ga salah) padahal banyak dramanya... Calon suami akhirnya repot sendiri telepon vendornya. Mana ternyata undangan bengkak jadi 700!!! ---> artinya nambah lagi pesanan ke Chikal
Deg-degan, aku bener-bener deg-degan waktu itu. Sebenernya undangan bisa juga pesan di Chikal tapi menurutku lebih mahal harganya. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga undangannya. Dan begitu lihat hasilnya, undangannya mirip pleg-pleg sama punya temenku cuma bedanya ga ada bunga-bunga hiasan. Aku juga lupa bilang tentang ideku untuk bikin petanya di bagian belakang undangan. Akhirnya petanya dibuat pada lembar tersendiri deh... yang di bagian belakang akhirnya dicetak Arruum:21. Catatan pentingnya, karena saking mepet waktunya, banyak yang agak melengkung undangannya.hiks hiks hiks :( Yang penting jadi deh undangannya. Jadi deh nikah!!! hehehe
Salah satu drama ngurus pernikahan adalah menentukan yang mau diundang. Aduuuuhhh ternyata buaaaanyaaak ya yang mau diundang. Dan akhirnya tetep aja ada yang kelewatan walaupun udah diinget2 siapa-siapa yang mau diundang. Lagipula jatah undangan untukku udah habis....Maafkeuuuunnnn...
Dan inilah undangan kami waktu itu, warnanya emas, ga sesuai sih dengan tema pernikahan kami sebenernya. Undangan disebar H-7. Persiapan 2 bulan wajar lah kalo belang blentong. *menghibur diri (amplopnya ga kufoto, pokoknya warnyanya emas)
Ini adalah perintilan pernikahan yang bikin aku deg-degan. Bisa ga ya.... pesen undangan cepet jadi. Persiapan pernikahanku 2 bulan, mulai dari lamaran sampe hari H. Adudududududuh....
Dulu aku pernah membayangkan.... aku mau souvenir di pernikahanku payung lipat kemudian undangannya berbentuk paper bag gitu. Jadi, kasih undangan sekaligus kasih souvenirnya, ga perlu repot bagi-bagi di meja penerima tamu. Tapi karena souvenirnya ga jadi payung dan aku berpikir kalo undangan sekalian souvenir itu untuk orang-orang jauh yang ga bisa hadir. Ya sudah, ga jadi deh konsepnya.
Aku udah cari-cari referensi tempat yang tepat untuk pesan undangan. Aku pikir, pesan aja di Tebet, minta anter kakakku ke sana. Eh ternyata calon suamiku waktu itu menawarkan diri untuk pesen undangan. Tapi.... aku tunggu-tunggu kabarnya ternyata belum pesan juga! Aku udah bingung. Mau ambil alih tugas, dia bilang ga usah. Tapi ga pesan-pesan juga. Masih cari referensi tempat yang cocok katanya padahal ortuku udah nanyain terus perkembangan undangannya dan waktu berjalan terus... Itu pun kami belum ada konsep mau seperti apa bentuk undangannya. Di pikiranku kan biar lihat-lihat dulu contoh undangan di tempat pesannya baru memutuskan mana desain yang cocok. Lah ini, tempat pesannya aja belum tahu gimana bisa lanjut....
Kalau gini ceritanya, aku pikir aku harus tentukan desain undangan. Syukur dipakai kalau sudah fix mau pesan dimana, biar langsung pesan. Tapi kalau ga dipakai, ya sudah yang penting ada yang sudah kulakukan. Mulailah aku berimajinasi undangan yang kumau. Kebanyakan undangan yang aku dapat selama ini ada beberapa halaman. Aku pengen yang simpel aja. Satu halaman udah cukup. Aku jadi beride membuat undangan yang tebal, ukurannya kecil aja, disampul amplop, dan penulisan waktu akad dan resepsinya ditulis bersebelahan aja, jadi ga perlu kalimat berbunga-bunga yang makan tempat. Peta tempat acara dicetak di balik undangan aja jadi lebih efisien. Kalau terjemahan ayat Alqur'an (yang biasanya Arruum:21) aku berencana dicetak di bagian belakang amplop aja.
Ternyata eh ternyata, ideku ini keduluan sama temen kantorku cuma ukurannya lebih besar daripada yang ada di pikiranku dan petanya dicetak di lembar terpisah. Aaaarggghhhh.... kesannya kan aku ikut-ikutan....
Tapi ga apa-apa. Ambil positifnya. Dengan begitu kan aku bisa langsung foto aja undangan temenku ini, kirim deh ke calon suami sebagai referensi. Ga perlu panjang-panjang ngejelasin. Setelah kukirim fotonya, ternyata langsung approved!!! Dia bilang oke untuk undangannya tapi ga perlu pake hiasan bunga-bunga seperti contoh undangan temenku padahal kan itu yang bikin undangannya kelihatan manis...terserah deh, pokoknya undangannya jadi dalam waktu dekat!!! Sebulan sebelum hari H baru pesan undangan -_- ''
Dan tentu saja akhirnya repot ngoprak-ngoprak pembuat undangannya. 500 undangan dalam waktu kurang dari sebulan! Tapi vendornya juga menjanjikan siap dalam waktu dekat (2 minggu kalau ga salah) padahal banyak dramanya... Calon suami akhirnya repot sendiri telepon vendornya. Mana ternyata undangan bengkak jadi 700!!! ---> artinya nambah lagi pesanan ke Chikal
Deg-degan, aku bener-bener deg-degan waktu itu. Sebenernya undangan bisa juga pesan di Chikal tapi menurutku lebih mahal harganya. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga undangannya. Dan begitu lihat hasilnya, undangannya mirip pleg-pleg sama punya temenku cuma bedanya ga ada bunga-bunga hiasan. Aku juga lupa bilang tentang ideku untuk bikin petanya di bagian belakang undangan. Akhirnya petanya dibuat pada lembar tersendiri deh... yang di bagian belakang akhirnya dicetak Arruum:21. Catatan pentingnya, karena saking mepet waktunya, banyak yang agak melengkung undangannya.hiks hiks hiks :( Yang penting jadi deh undangannya. Jadi deh nikah!!! hehehe
Salah satu drama ngurus pernikahan adalah menentukan yang mau diundang. Aduuuuhhh ternyata buaaaanyaaak ya yang mau diundang. Dan akhirnya tetep aja ada yang kelewatan walaupun udah diinget2 siapa-siapa yang mau diundang. Lagipula jatah undangan untukku udah habis....Maafkeuuuunnnn...
Dan inilah undangan kami waktu itu, warnanya emas, ga sesuai sih dengan tema pernikahan kami sebenernya. Undangan disebar H-7. Persiapan 2 bulan wajar lah kalo belang blentong. *menghibur diri (amplopnya ga kufoto, pokoknya warnyanya emas)
![]() |
| nama (masih) dirahasiakan hehe |
Zambega Catering
Assalamu'alaykum wrwb.
Pernah dengar nama katering ini? ZAMBEGA CATERING kurang lebih begitulah namanya.
Aku tahu katering ini karena marketingnya telepon aku waktu aku menyiapkan pernikahanku. Tapi teleponnya udah mepet banget sama hari H dan pastinya aku udah pake Chikal. Karena waktunya udah mepet, aku pikir ga usah dateng ke undangan TF dari marketingnya. Tapi karena dia nawarin TF nya di malam hari aku jadi tertarik datang karena aku belum pernah lihat Graha Zeni di waktu malam padahal acaraku 15 Juni malam. Seperti biasa, datang ke sana secara diam-diam.
Jadilah aku datang ke sana dengan tujuan utama melihat Graha Zeni di malam hari. Dan begitu aku sampai di sana, jujur aku tercengang dengan kondisi Graha Zeni saat itu. Beda banget! Menurutku, Graha Zeni itu kalo ga didandanin tuh terkesan kaku, dingin, plain. Tapi malam itu meriah banget kesannya. Yang perlu aku tekankan, aku ga tahu dekorasi ini dari Zambega atau bukan tapi aku acungi jempol karena mampu mengubah Graha Zeni.
Saudara-saudara, izinkan saya memperlihatkan keadaan Graha Zeni saat itu.
Acara pernikahan waktu itu menggunakan adat Sumatera Utara.
Begitu masuk Graha Zeni, ada kanopi selamat datang yang menyambut tapi ga kufoto dan menurutku lebih istimewa kanopi selamat datang di tempat lain. Kemudian, ada pergola bunga ini.
Dan begitu melewati pergola itu, inilah yang aku dapati
Jujur, aku jarang mendapati dekorasi pernikahan seperti ini. Banyak kristal-kristal gitu...
LOVELY.... Aku suka banget sama tampilan Graha Zeni malam itu. Tapi sayang, pas aku minta Chikal untuk mendekor acaraku seperti itu, mereka belum bisa memenuhi... hiks :(
Untuk makanan katering Zambega, aku nyobain puding sama zuppa soup. Padahal aku ga suka zuppa soup loh, tapi pas nyoba zuppa soup yang diambil ayahku, aku jadi ikut ambil juga. Enak menurutku walaupun ga habis juga karena kenyang. Dan aku ga ambil menu lain karena aku berusaha supaya berat badanku ga naik menjelang pernikahan (walaupun aslinya aku gemuk tapi jangan sampe tambah gemuk lagi hufh...). Oh iya, puddingnya nyummyyyyyyy.... *slurrppp
Orang tuaku? Mereka juga ga nyobain yang lain. Maunya ngajak pulang terus...
Kembali ke tujuan semula, yaitu melihat kondisi Graha Zeni. Kondisi Graha Zeni di malam hari itu benar-benar gelap. Gedung tempat acaranya sih cukup ya penerangannya. Tapi pas ke luar...
Gelap banget kan... hi....
Sekian,
Assalamu'alaykum wrwb
Pernah dengar nama katering ini? ZAMBEGA CATERING kurang lebih begitulah namanya.
Aku tahu katering ini karena marketingnya telepon aku waktu aku menyiapkan pernikahanku. Tapi teleponnya udah mepet banget sama hari H dan pastinya aku udah pake Chikal. Karena waktunya udah mepet, aku pikir ga usah dateng ke undangan TF dari marketingnya. Tapi karena dia nawarin TF nya di malam hari aku jadi tertarik datang karena aku belum pernah lihat Graha Zeni di waktu malam padahal acaraku 15 Juni malam. Seperti biasa, datang ke sana secara diam-diam.
Jadilah aku datang ke sana dengan tujuan utama melihat Graha Zeni di malam hari. Dan begitu aku sampai di sana, jujur aku tercengang dengan kondisi Graha Zeni saat itu. Beda banget! Menurutku, Graha Zeni itu kalo ga didandanin tuh terkesan kaku, dingin, plain. Tapi malam itu meriah banget kesannya. Yang perlu aku tekankan, aku ga tahu dekorasi ini dari Zambega atau bukan tapi aku acungi jempol karena mampu mengubah Graha Zeni.
Saudara-saudara, izinkan saya memperlihatkan keadaan Graha Zeni saat itu.
Acara pernikahan waktu itu menggunakan adat Sumatera Utara.
Begitu masuk Graha Zeni, ada kanopi selamat datang yang menyambut tapi ga kufoto dan menurutku lebih istimewa kanopi selamat datang di tempat lain. Kemudian, ada pergola bunga ini.
Dan begitu melewati pergola itu, inilah yang aku dapati
![]() |
| SILAU, men.... |
Jujur, aku jarang mendapati dekorasi pernikahan seperti ini. Banyak kristal-kristal gitu...
![]() |
| standing lamp |
![]() |
| standing lamp juga, burung merpatinya ga asli |
![]() |
| standing lamp juga |
![]() |
| buffet tamu |
![]() |
| VIP Room |
![]() |
| VIP Room |
Untuk makanan katering Zambega, aku nyobain puding sama zuppa soup. Padahal aku ga suka zuppa soup loh, tapi pas nyoba zuppa soup yang diambil ayahku, aku jadi ikut ambil juga. Enak menurutku walaupun ga habis juga karena kenyang. Dan aku ga ambil menu lain karena aku berusaha supaya berat badanku ga naik menjelang pernikahan (walaupun aslinya aku gemuk tapi jangan sampe tambah gemuk lagi hufh...). Oh iya, puddingnya nyummyyyyyyy.... *slurrppp
Orang tuaku? Mereka juga ga nyobain yang lain. Maunya ngajak pulang terus...
Kembali ke tujuan semula, yaitu melihat kondisi Graha Zeni. Kondisi Graha Zeni di malam hari itu benar-benar gelap. Gedung tempat acaranya sih cukup ya penerangannya. Tapi pas ke luar...
![]() |
| teras Graha Zeni |
![]() |
| semakin menjauh |
![]() |
| tempat parkir |
![]() |
| jalan menuju gedung |
Sekian,
Assalamu'alaykum wrwb
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)